Pastikan Anak Dapat Imunisasi Lengkap Sebelum Mudik Lebaran

Kamis, 12 Maret 2026 – 17:25 WIB

Jakarta, VIVA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimbau masyarakat supaya memastikan anak-anak yang akan dibawa mudik Lebaran sudah mendapatkan imunisasi lengkap, termasuk vaksin campak. Tujuannya agar anak punya antibodi untuk melawan virus dan bakteri.

“Kita harus yakin anak-anak yang dibawa mudik sudah divaksin. Atau, saat di kampung halaman, terapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) lebih intens,” ujar Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Budi Setiawan, dalam siniar cegah campak di Jakarta, Kamis.

Budi merujuk pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mengingatkan bahwa imunisasi bisa mencegah 2-3 juta kematian tiap tahun dari penyakit seperti difteri, tetanus, pertusis, influenza, dan campak.

Menurut dia, jika anak punya gejala seperti demam, ruam merah di tubuh setelah demam, mata merah, batuk pilek, dan gatal-gatal yang kadang disertai diare, segera bawa ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. Sebaiknya tunda bepergian untuk cegah penularan campak.

“Jangan masuk sekolah dulu, jangan main ke tetangga dulu sebelum didiagnosis dokter. Karena, dengan mencegah kontak sama orang lain itu sudah termasuk upaya pencegahan, bukan cuma soal imunisasi,” kata Budi.

Daerah dengan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Indonesia pada 2026 mencakup 10 kabupaten/kota di tujuh provinsi. Antara lain Sumatera Barat (Solok dan Pariaman), Jawa Tengah (Cilacap dan Klaten), Yogyakarta (Sleman dan Gunung Kidul), Jawa Timur (Jember), Jawa Barat (Garut), Sulawesi Selatan (Sinjai), dan Sulawesi Tengah (Tojo Una-una).

Saat ini, Pemprov DKI Jakarta sedang mengadakan kegiatan Imunisasi Kejar Serentak (IKS) campak untuk menjangkau kelompok anak, memperkuat kekebalan tubuh, dan mencegah penyebaran penyakit.

MEMBACA  Alcaraz Pastikan Peringkat Satu Dunia di Akhir Tahun pada Final ATP

IKS 2026 di bulan Maret ini difokuskan pada anak yang belum dapat imunisasi lengkap, yaitu MR1 untuk anak usia 9-59 bulan.

Bicara soal kasus, di awal tahun 2026 tercatat 1.236 kasus terduga campak di seluruh wilayah DKI Jakarta. Kasus tertinggi ada di Jakarta Barat (398 kasus), Jakarta Pusat (276 kasus), dan Jakarta Selatan (226 kasus). Disusul Jakarta Utara (179 kasus), Jakarta Timur (155 kasus), dan Kepulauan Seribu (2 kasus).

Halaman Selanjutnya

Kemudian, kecamatan dengan kasus terduga terbanyak adalah Tanah Abang, Tambora, Taman Sari, Cengkareng, dan Pesanggrahan. (Ant)

Tinggalkan komentar