Pascagempa M 6,7 Sulteng, Tak Teredam Tsunami

Rabu, 17 Juni 2026 – 12:48 WIB

Jakarta, VIVA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan tegas mengatakan bahwa tidak ada peristiwa tsunami yang terjadi setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah.

“Gempa utama magnitudo 6,7 ini terjadi kemarin, 16 Juni, jam 10.27 WIB dengan kedalaman yang dangkel di darat. Karena lokasinya jauh di daratan dan bukan di pinggir laut, aktivitas seismik ini tidak berpotensi tsunami,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Pernyataan ini penting untuk meredakan kepanikan warga setelah beredarnya video amatir di media sosial yang menunjukan air laut surut di Teluk Palu dan beberapa tempat lain. BNPB meminta masyarkat tidak percaya kabar bohong yang mengaitkan surutnya air laut dengan ancaman tsunami.

Menurut Abdul, fenomena air laut surut itu hanyalah pasang surut astronomis biasa yang terjadi secara periodik dan tidak ada hubungannya dengan gempa di daratan.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan pusat gempa berada di koordinat 1,13 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur, atau sekitar 42 kilometer tenggara dari Kota Palu. Getaran gempa juga dirasakan di Kabupaten Poso dan Parigi Moutong.

Data BMKG hingga Rabu siang mencatat sudah terjadi 118 kali gempa susulan dengan kekuatan yang terus mengecil. Masyarakat khususnya di pesisir Teluk Palu dihimbau untuk tetap tenang dan hanya percaya informasi resmi dari BNPB dan BMKG. (Ant)

MEMBACA  Browser Baru Ini Tak Akan Memoneterisasi Setiap Langkahmu—Coba Sekarang!

Tinggalkan komentar