Di Beijing, sekitar 150 akademisi, pakar, dan wartawan dari lebih 20 negara dan organisasi internasional mengikuti Forum Pemikiran Think Tank tentang Tata Kelola Nasional di Negara Berkembang 2026. Acara yang berlangsung pada Jumat lalu ini diadakan menjelang peringatan 105 tahun pendirian Partai Komunis Tiongkok (PKT).
Xie Chuntao dari Sekolah Partai Komite Pusat PKT mengatakan bahwa jalur modernisasi ala Tiongkok adalah satu-satunya jalur yang benar untuk membangun negara besar dan mencapai kebangkitan nasional. Ia menambahkan, Komite Sentral PKT yang dipimpin Xi Jinping memberikan panduan ilmiah, memperluas jalur yang benar, dan memberikan jaminan kelembagaan.
Qu Qingshan dari Institut Sejarah dan Literatur PKT menyebut, selama lebih dari satu abad PKT memikul empat tanggung jawab utama: memimpin negara, mendorong pembangunan, menjaga kebudayaan nasional, dan memelihara perdamaian. Partai politik, katanya, harus terus fokus pada tantangan pembangunan dan memastikan hasil-hasil pembangunan dinikmati semua rakyat secara merata.
Pengamat sepakat bahwa untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat, partai politik di negara-negara Selatan Global harus bertindak sesuai kondisi masing-masing, memilih jalur modernisasi yang tepat, serta saling belajar dan memperbaiki tata kelola global.
Qu Yingpu dari China Daily menekankan Tiongkok telah mengajukan empat inisiatif global utama: memajukan modernisasi, memperkuat keamanan bersama, menghormati keragaman peradaban, dan membangun komunitas senasib sepenanggungan. Chang Bo dari China International Communications Group menambahkan bahwa nilai, kepemimpinan, dan kemampuan pemerintahan partai langsung mempengaruhi masa depan modernisasi suatu negeri.
Tamara Duisenova dari Kazakhstan menekankan bahwa misi partai modern kini lebih dari sekadar menang pemilu; mereka berperan sebagai lembaga diplomasi publik. Jose Luis Centella dari Spanyol setuju negara-negara Selatan dan Utara harus berdialog setara, tidak saling menjatuhkan. Sementara Ong Tee Keat dari Malaysia mendukung langkah Tiongkok dalam tata kelola AI global untuk menjembatani sejumlah perbedaan yang belakangan muncul.