Para Pendukung MU Terpecah Pasca Pemecatan Amorim, Siapa Dalang Sebenarnya di Balik Kekacauan di Old Trafford?

Selasa, 6 Januari 2026 – 00:10 WIB

Manchester, VIVA – Pemecatan Ruben Amorim kembali mengguncang Manchester United dan memicu perdebatan sengit di kalangan suporter. Old Trafford sekali lagi berada dalam pusaran krisis, tidak hanya karena hasil di lapangan, tetapi juga karena kesulitan menemukan arah yang jelas.

Kepergian Amorim justru mengangkat pertanyaan lama yang belum pernah terjawab: siapa sebenarnya biang kerok di balik kekacauan Manchester United?

Keputusan manajemen untuk memecat Amorim datang secara mendadak setelah 14 bulan penuh gejolak. Di media sosial, reaksi fans MU langsung terbelah. Sebagian menganggap Amorim cuma korban dari sistem klub yang sudah bermasalah sejak lama. Mereka berpikir pergantian pelatih yang terus-menerus tidak pernah menyentuh akar masalah sebenarnya.

Keraguan itu muncul karena banyak fans melihat Amorim harus bekerja dengan skuad yang tidak sepenuhnya mencerminkan ide permainannya. Kurangnya keseimbangan tim serta kebijakan transfer yang dianggap tidak konsisten membuat tugas pelatih asal Portugal itu terasa hampir mustahil dari awal.

Namun, disisi lain, tidak sedikit juga fans yang menyambut pemecatan ini dengan lega. Bagi mereka, performa Manchester United di bawah Amorim terlalu mengecewakan untuk ditolerir lebih lama. Gaya bermain dinilai tidak berkembang, sementara hasil buruk terus berulang di kompetisi domestik maupun Eropa.

Ada pula fans yang mengaku kaget dengan waktu pemecatan tersebut. Meski hasil tidak stabil, sebagian pendukung yakin Amorim masih layak diberi waktu untuk membangun proyek jangka menengah. Keputusan cepat ini malah menambah tanda tanya soal konsistensi visi klub.

Secara emosional, Amorim tetap meninggalkan kesan mendalam bagi sebagian fans. Ungkapan kekecewaan dan rasa kehilangan bermunculan, menunjukkan bahwa pelatih berusia 39 tahun itu sempat menjadi simbol harapan di tengah upaya Manchester United keluar dari krisis panjang.

MEMBACA  Pemerintah Indonesia Tangguhkan Izin Perusahaan di Batang Toru Pasca Banjir Mematikan

Dilansir dari Sky Sports, dari sisi statistik, posisi Amorim memang sulit dipertahankan. Persentase kemenangan yang dibawah ekspektasi, posisi liga yang terpuruk musim lalu, hingga kegagalan di final Europa League menjadi beban berat. Tapi, bukan hanya faktor teknis yang mempercepat kejatuhannya.

Hubungan Amorim dengan manajemen disebut memburuk setelah muncul kritik terbuka tentang kebijakan klub dan tuntutan wewenang lebih besar dalam pengambilan keputusan. Ketegangan internal ini dinilai sebagai pemicu utama berakhirnya kerja sama lebih cepat dari rencana.