Para Alumni Santa Ursula Jalan Pos Jakarta Adakan Bakti Sosial Operasi Katarak dan Layanan Kacamata Gratis

 

**Ringkasan Berita:**

Ikatan Alumni Santa Ursula Jalan Pos Jakarta (ISP) telah menggelar Bakti Sosial (Baksos) Operasi Katarak selama tiga tahun dan Baksos Kacamata Gratis. Program ini telah menjangkau lebih dari 650 penerima manfaat.

Operasi katarak dilakukan sejak 2024 bekerja sama dengan RS Sint Carolus Jakarta dan Perdami DKI Jakarta.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan akses layanan kesehatan mata bagi masyarakat kurang mampu.

ISP juga aktif menyelenggarakan berbagai baksos lainnya serta penggalangan dana untuk Aksi Sumatera pascabencana.

 

**WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA** – Ikatan Alumni Santa Ursula Jalan Pos Jakarta (ISP) secara konsisten mengadakan kegiatan bakti sosial (baksos) Operasi Katarak selama tiga tahun terakhir.

Pada Minggu (25/1/2025), kegiatan serupa kembali dilaksanakan di RS Sint Carolus Jakarta.

Setidaknya, ada 80 masyarakat yang lulus skrining kesehatan dan mengikuti kegiatan tersebut.

Hingga saat ini, lebih dari 250 warga Jakarta dan sekitarnya telah merasakan manfaat dari operasi katarak gratis ini.

Selain itu, ISP juga menyelenggarakan Baksos Kacamata Gratis di Tangerang Selatan pada akhir 2025, yang menjangkau 424 penerima manfaat.

Baksos Operasi Katarak pertama kali dilaksanakan pada 2024, dengan 109 pasien dari 216 pendaftar yang berhasil dioperasi.

Pada 2025, sebanyak 71 orang dari 160 pendaftar menerima tindakan operasi. Sementara di 2026, sekitar 80 peserta yang lulus skrining kesehatan dijadwalkan menjalani operasi dari total 120 pendaftar.

Dalam pelaksanaannya, ISP bekerja sama dengan RS Sint Carolus Jakarta sebagai lokasi operasi serta Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Wilayah DKI Jakarta sebagai penyedia tenaga medis.

Ketua ISP, Inge Setiawati, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian alumni terhadap masyarakat luas.

“ISP tidak hanya ingin berkontribusi bagi internal alumni, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Inge Setiawati dalam konferensi pers di RS Sint Carolus Jakarta, Minggu (25/1/2025).

MEMBACA  Industri LNG AS di bawah tekanan saat tantangan dan ketidakpastian meningkat

Menurut Inge, pemilihan operasi katarak dan pembagian kacamata didasari oleh pentingnya fungsi penglihatan dalam kehidupan manusia.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membuka akses layanan kesehatan mata serta meningkatkan kwalitas hidup masyarakat,” tambahnya.

Katarak merupakan penyebab utama kebutaan dan hanya dapat ditangani melalui tindakan operasi. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, lebih dari 8.000 kasus kebutaan di Indonesia disebabkan oleh katarak.

Tinggalkan komentar