Manokwari (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Papua Barat, Indonesia, dan Pemerintah Inggris telah menggelar pertemuan untuk menjajaki kerjasama dalam pembangunan berkelanjutan, perlindungan lingkungan, pendidikan, dan penelitian.
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, bersama-sama memimpin diskusi bilateral ini dengan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, di Jakarta pada hari Selasa, 3 Februari.
Dalam sebuah pernyataan yang diterima di Manokwari pada hari Rabu, Mandacan menyampaikan bahwa diskusi berpusat pada Deklarasi Manokwari, yang dibentuk selama masa jabatan pertamanya (2017–2022) untuk menekankan komitmen provinsi terhadap pembangunan berkelanjutan.
Ia mengatakan kedua belah pihak bertukar pandangan mengenai kemajuan dan tantangan dalam pelaksanaan deklarasi tersebut, dengan Pemerintah Inggris menawarkan dukungan melalui koordinasi dengan kementerian-kementerian di Jakarta.
Mandacan menambahkan bahwa pemerintah provinsi telah menerjemahkan deklarasinya kedalam kerangka tata ruang wilayah (RTRW), yang menetapkan 70 persen kawasan hutan Papua Barat sebagai area terlindungi dan mendorong pemanfaatan yang bertanggung jawab untuk 50 persen wilayah lautnya.
“Dokumen RTRW kami sejalan dengan yang dikeluarkan di tingkat kabupaten dan nasional,” tegas Mandacan.
Lebih lanjut dia menyatakan bahwa pemerintah pusat telah memberikan kewenangan kepada Papua Barat untuk menetapkan kawasan hutan sebagai wilayah adat guna memperkuat proteksi lokal.
Gubernur mencatat bahwa Kedutaan Besar Inggris merespons positif dan sedang berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan mengenai pendaftaran hutan adat.
“Saya juga telah mengundang duta besar Inggris untuk menghadiri dua acara internasional di Manokwari pada tanggal 9–14 Februari 2026,” tambahnya.
Acara tersebut mencakup Simposium Flora Malesiana Internasional ke-12—yang fokus pada diskusi mendalam tentang pelestarian keanekaragaman flora—dan Konferensi Internasional Solusi Iklim Berbasis Alam, yang akan menyoroti langkah-langkah untuk mengatasi dampak perubahan iklim.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Papua Barat, Charlie Heatubun, mengatakan provinsi itu telah bermitra dengan Royal Botanic Gardens yang berbasis di Inggris untuk memetakan area yang memiliki tanaman bernilai tinggi, sehingga memungkinkan perumusan kebijakan tata ruang yang sesuai.
Dia juga menyoroti Desa Wisata Kwau sebagai percontohan untuk konsep *”ridge-to-reef”*, yang menyeimbangkan ketahanan pangan dan energi dengan keanekaragaman hayati lokal.
Sementara itu, Duta Besar Jermey menyampaikan keinginan Inggris untuk menyambut mahasiswa asli Papua ke Inggris melalui program beasiswa, dengan harapan lebih banyak pelajar dari Papua Barat akan mendaftar di universitas-universitas Inggris.
Berita terkait: West Papua manfaatkan ruang publik untuk tingkatkan pemeriksaan kesehatan gratis
Berita terkait: Papua Barat tekankan persetujuan adat untuk perluasan kelapa sawit
Penerjemah: Fransiskus S, Tegar Nurfitra
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026