Ringkasan Berita:
Program pemantauan aktif vaksinasi dengue baru saja dirilis di Palembang oleh Dinkes Sumsel, Dinkes Kota, dan Universitas Sriwijaya. Targetnya adalah nol kematian dengue pada tahun 2030.
Data tahun 2025 mencatat 4.437 kasus dan 22 kematian di Sumsel. Palembang jadi yang tertinggi dengan 968 kasus dan 3 kematian. Kelompok usia sekolah termasuk yang paling rentan.
Program ini akan menjangkau 7.500 siswa di 60 SD (10 puskesmas). Sekitar 5.000 anak akan divaksin dan dipantau kesehatannya dalam jangka panjang.
Ini adalah bagian dari studi multinegara bersama Thailand dan Malaysia. Vaksinasi ini melengkapi upaya pencegahan seperti 3M Plus dan PSN.
WARTAKOTALIVE.COM– Lanjut dari peresmian di Jakarta bulan September lalu, Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, Dinkes Kota Palembang, dan FK Unsri meresmikan program pemantauan aktif vaksinasi dengue di Palembang.
Gubernur Sumsel, Dr. H. Herman Deru, mendukung inisiatif ini. Beliau menyebut dengue bukan cuma isu musiman, tapi tantangan kesehatan yang perlu ditangani dengan serius dan terencana.
“Dengue adalah tantangan kesehatan yang harus kita hadapi secara berkelanjutan dan terencana,” ujar Herman dalam keterangan pers, Rabu (18/2/2026).
Pemprov Sumsel berkomitmen kuat untuk cegah dengue, sejalan dengan target nasional dan global yaitu nol kematian pada 2030. Untuk capai itu, dibutuhkan langkah proaktif, berbasis data, dan kolaborasi banyak pihak.
Upaya pengendalian nyamuk dan edukasi masyarakat tetap penting, tapi perlu dilengkapi dengan inovasi dan pendekatan pencegahan yang terbukti secara ilmiah.
Kolaborasi antara pemerintah, kampus, dan mitra kesehatan ini menunjukkan komitmen bersama untuk lindungi generasi muda dan tingkatkan ketahanan kesehatan masyarakat Sumsel.
Kadinkes Sumsel, dr. H. Trisnawarman, mengingatkan bahwa dengue bukan penyakit musiman. “Sepanjang tahun, masyarakat Palembang menghadapi ancaman dengue,” katanya.
Berdasarkan data 2025, ada 4.437 kasus dengan 22 kematian di Sumsel. Palembang adalah yang tertinggi dengan 968 kasus dan 3 kematian.
Dalam 5 tahun terakhir, kasus terbanyak ada di usia 15-44 tahun. Sedangkan dalam 7 tahun terakhir, kematian terbanyak terjadi pada kelompok usia 5-14 tahun. Karena itu, anak usia sekolah jadi kelompok yang sangat rentan.
Pemprov akan terus dorong pencegahan dengue melalui 3M Plus, edukasi, peran juru pemantau jentik (jumantik), dan teknologi seperti ovitrap.
Ketua Pelaksana program ini, dr. Ariesti Karmila, menegaskan bahwa dengue adalah penyakit endemis yang sering dianggap ringan, padahal bisa menjadi berat dan berakibat fatal.