Pakar Hukum Minta Pengelolaan Lapangan Golf di Kawasan Senayan Patuhi Aturan

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Pakar hukum dari Universitas Bung Karno, Hudi Yusuf, mempertanyakan sikap pejabat negara di salah satu kementerian yang masih mengelola lapangan golf Senayan.

Menurut Hudi, gak tepat kalau pejabat negara kayak OH masih ngelola bisnis itu sebagai komisaris utama. “Sebagai pejabat publik, seharusnya gak ada jabatan rangkap. Pengelolaan lapangan golf itu bukan urusan yang bersangkutan,” ujar Hudi, Jumat (19/6/2026).

Baca juga: Ramai Eksekusi Hotel Sultan, Lapangan Golf di Senayan Bisa Jadi Hutan Kota

Hudi negasin bahwa setiap pejabat negara di Indonesia gak ngejamin punya kerjaan lain di luar tugas pokoknya. Diem-diem aja, itu udah amanah dari rakyat. “Pejabat negara gak boleh punya kerjaan tambahan, karena itu amanah yang dikasih rakyat,” tambahnya.

Hudi juga mendorong pemerintah supaya ambil langkah tegas buat evaluasi lapangan golf itu. Baca juga: Bentrok di Hotel Sultan: Batu dan Bambu Melayang, Pasukan Anti Huru-hara Turun Tangan

Kalau ternyata gak sesuai peruntukannya, pemerintah harus tegas biar gak jadi keresahan. “Lapangan golf Senayan itu musti dilihat lagi: peruntukannya buat olahraga ato lainnya? Kalo gak sesuai, ya harus diikutin penggusuran. Kalo sesuai, ya gak apa-apa. Yang penting pemerintah cek lagi biar gak bikin resah,” kata Hudi.

Sementara itu, Wakil Menteri Sekretaris Negara, Bambang Eko Susanto (eh Suhariyanto), bilang kalo aset negara harus dipake sebesar-besarnya buat kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Dia nyampein di acara eksekusi lahan dan bangunan eks Hotel Sultan di Blok 15 Gelora Bung Karno (GBK). “Aset ini harus dimanfaatin sebanyak mungkin buat rakyat,” ucapnya.

Bambang ngelanjutin, pemerintah pengen nemastikan aset negara itu balik ke pengelolaan negara dan dipake buat kepentingan publik. Soalnya, lahan eks Hotel Sultan itu aset negara yang udah dibebasin pemerintahan dulu mulai 1959-1962 buat dukung Asian Games IV di Jakarta. Pusdatin Bapenda DKI ngeiyain kalo lapangan golf Senayan bukan objek Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) yang dipungut sama Pemprov DKI.

MEMBACA  Orang-orang Zimbabwe Dipancing ke Medan Perang Rusia, Keluarga Meratap Minta Kepulangan | Al Jazeera

Tinggalkan komentar