Pacu Serapan Gabah dan Beras Petani, Bulog Siapkan Gudang Berkapasitas 7 Juta Ton

Jumat, 29 Mei 2026 – 14:24 WIB

Jakarta, VIVA – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, bakal mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras petani secara nasional pada tahun 2026 ini. Bulog menyiapkan kapasitas gudang hingga 7 juta ton.

Dia bilang, kapasitas gudang sebesar itu merupakan langka antisipasi, karena produksi gabah petani masih trus berlangsung. Hasil panen juga harus tetep diserap pemerintah lewat Bulog.

“Kalau kita antisipasi aja. Jadi kita antisipasi, petani panen itu kan nggak bisa kita hentikan. Petani sudah tanam, mau nggak mau pasti harus kita serap,” kata Rizal di Jakarta, Jumat, 29 Mei 2026.

Dia negasin, penyerapan gabah ga bisa dihentikan. Soalnya petani yang udah panen butuh kepastian pasar buat jaga harga dan keberlanjutan produksi pangan nasional.

Rizal ngasih contoh, tahun 2025 Bulog awalnya ditarget nyerap 3 juta ton beras, tapi realisasinya malah ngelampaui target, produksi petani intens terus saat musim panen.

Tahun 2025 itu, Bulog berhasil nyerap lebih dari 3 juta ton, mendekati 3,2 juta ton beras. Jadi kapasitas gdang tambahan dianggap penting buat jaga cadangan pangan pemerintah.

Bulog juga nyatain semua gudang yang dikelola udah penuh, nyaris mencapai 4 juta ton. Makanya, BUMN pangan itu sampai nyewa gudang swasta buat nyimpen gabah setara beras dari petani.

Rizal negasin pihaknya terus memperkuat kapasitas penyerapan dan penyimpanan, biar hasil panen petani terserap optimal. Lonjakan stok beras menandakan produksi naik dan petani makin percaya sama penyerapan pemerintah.

Lagi, Bulog juga persiapan bangun 100 gudang baru. Tujuannya buat nyimpen stok cadangan pangan pemerintah, terutama beras ama jagung.

“Supaya nggak perlu sewa gudang ke depan,” ujarnya. (Ant).

MEMBACA  Pria Iran dan Dua Warga Kanada Dituntut oleh Amerika Serikat dalam Rencana Pembunuhan Pengungsi

Tinggalkan komentar