Otorita IKN Menyeimbangkan Pembangunan dan Kelestarian Lingkungan

Penajam Paser Utara (ANTARA) – Otoritas Ibu Kota Nusantara (IKN) menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan keberlanjutan di wilayah IKN, yang dibangun di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

“Fasilitas pendukung sedang dikembangkan untuk memperkuat ekosistem kawasan IKN,” jelas Basuki Hadimuljono, Kepala Otorita IKN, saat ditanya tentang skema pembangunan IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara, pada Selasa.

Dia menerangkan bahwa pengembangan fasilitas pendukung ini bertujuan memastikan keseimbangan antara pembangunan fisik dan kelestarian lingkungan.

Salah satu pengembangan fasilitas pendukung yang disebutkannya adalah perencanaan dan peningkatan kawasan glamping oleh Otorita IKN, dengan tujuan pemanfaatan yang optimal.

Kawasan glamping dirancang untuk mempertahankan karakter alam sekitar sambil tetap fungsional dan teratur, bertujuan meningkatkan citra IKN melalui pendekatan ekologis dan mempromosikan ruang hidup berkualitas tinggi serta berkelanjutan.

Fasilitas kawasan glamping disiapkan untuk mendukung kebutuhan akomodasi, sekaligus menjadi bagian dari pengembangan ruang terbuka hijau di wilayah IKN, dan strategi pembangunan wilayah terpadu.

Kawasan glamping memadukan kenyamanan akomodasi modern dengan pengalaman berada di ruang terbuka hijau, mendukung mobilitas dan aktivitas di ibu kota baru ini.

Kawasan glamping tersebut, katanya, dapat digunakan tamu, pekerja, dan pemangku kepentingan yang membutuhkan hunian sementara dengan fasilitas yang memadai.

Dia menyatakan peningkatan kawasan glamping berusaha menyeimbangkan kebutuhan aktivitas manusia dengan keberlanjutan lingkungan, sejalan dengan pembangunan ibu kota baru yang menekankan prinsip ramah lingkungan dan tata ruang berkelanjutan.

Hadimuljono mengatakan fasilitas-fasilitas ini dikembangkan dalam program dukungan akomodasi sambil memperkuat ruang terbuka hijau di ibu kota baru, berfungsi tidak hanya sebagai tempat menginap tetapi juga menyatu harmonis dengan lanskap alam sekitarnya.

MEMBACA  Penelitian Terbaru Mengungkap 4,4 Miliar Orang di Dunia Tidak Memiliki Akses ke Air Minum Aman

Berita terkait:
Ibu kota baru Indonesia siapkan pusat pendidikan terpadu
Indonesia targetkan 2027 selesai untuk gedung legislatif dan yudikatif IKN
Pengembangan Pasar Sepaku di IKN Nusantara untuk warga lokal : Wapres

Penerjemah: Nyaman Bagus Purwaniawan, Cindy Frishanti Octavia
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026