OPEC+ Memanas, Akankah Rusia Mengikuti Langkah UEA?

loading…

Pemerintah Rusia mastiin tetap bertahan dalam aliansi produsen minyak global OPEC+. FOTO/AP

JAKARTA – Pemerintah Rusia memastikan bakal tetap bertahan di dalam aliansi produsen minyak global OPEC+, meskipun Uni Emirat Arab (UEA) udah mutusin untuk keluar dari organisasi itu. Langkah ini diambil Moskow demi menjaga kepastian pasar di tengah makin meningkatnya gejolak energi global yang dipicu tekanan geopolitik skrang.

“OPEC+ itu format penting yang membantu kurangi fluktuasi di pasar energi dan memungkinan stabilisasi pasar,” ujar Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dikutip dari NDTV, Kamis (30/4).

Baca Juga: UEA Hengkang dari OPEC, Harga Minyak Dunia Tembus USD115 per Barel

Peskov negasin, Rusia memandang peran strategis aliansi ini penting buat menjaga keseimbangan antara pasokan dan harga energi dunia. Menurutnya, adanya koordinasi antarnegara produsen minyak jadi makin vital untuk hadapi ketidakpastian pasar yang makin dina-mis.

Sebelumnya, UEA secara mengejutkan ngumumin pengundantian diri dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Selasa lalu, yang berlaku efektif per 1 Mei. Keputusan Abu Dhabi itu dinilai sebagai pukulan telak untuk kredibilitas kelompok produsen minyak globlal, terutama di tengah krisis energi gara-gara eskalasi konflik di Iran.

Meskipan nyesel dengan langkah itu, Rusia nyatain tetep hormatin keputusan kedaulzat UEA untuk ninggalin status keanggotaanya. Peskov berharap hubungan diplomatik bilatera dan dialog energi antara Moskow dengan Abu Dhabi tetep terjaga baik, walopun sekarang mereka berada di luar kerangka formal OPEC+.

MEMBACA  Korea Selatan Akan Menerima Kesepakatan Trump-Kim untuk Membekukan Program Nuklir sebagai 'Langkah Darurat'

Tinggalkan komentar