Rabu, 8 April 2026 – 02:00 WIB
Jakarta, VIVA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan beberapa langkah strategis buat menjaga bobot indeks di pasar domestik dari ancaman penurunan oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI). Berbagai upaya udah disiapkan oleh regulator setelah memenuhi permintaan lembaga indeks global ini.
Media Sosial Jadi Pedang Bermata Dua bagi Perbankan, Begini Panduan Terbaru OJK
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menyampaikan, OJK telah menuntaskan implementasi empat proposal utama yang sebelumnya diajukan ke MSCI. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat integritas pasar modal domestik supaya tetap kompetitif di mata investor global.
“Sebagai bagian dari mitigasi, OJK telah menyiapkan langkah-langkah yang terukur dan terkoordinasi,” ujar Hasan dikutip dari Antara, Rabu, 8 April 2026.
Sanksi Pidana Bagi Finfluencer Diusulkan OJK Masuk Revisi UU P2SK
Meski yakin usulan diterima oleh MSCI, namun OJK tetap lihat ada kemungkinan penurunan bobot indeks Indonesia. Hasan mengakui, skenario tersebut berpotensi menimbulkan tekanan jangka pendek di pasar.
Transaksi Aset Kripto Turun Februari 2026, OJK Dorong Penguatan Industri
OJK memproyeksikan beberapa dampak yang mungkin terjadi, meliputi tekanan jual akibat penyesuaian portofolio investor, potensi arus dana keluar saat periode rebalancing, sampai peningkatan volatilitas pasar.
Menurut Hasan, dinamika ini biasanya bersifat sementara dan merupakan bagian dari proses menuju pasar yang lebih sehat.
“Ini bersifat normal dalam konteks menuju pasar yang lebih berkualitas secara jangka menengah dan panjang,” lanjut Hasan.
Untuk meredam risiko tersebut, OJK mendorong penerapan kebijakan free float minimum sebesar 15 persen. Kebijakan ini diharap bisa meningkatkan likuiditas sekaligus memperkuat struktur pasar.
Selain itu, OJK juga fokus memperluas basis investor, baik dari kalangan ritel domestik, institusi dalam negeri, maupun investor asing.
Komunikasi dengan MSCI dan penyedia indeks global lainnya akan terus diperkuat secara intensif dan konstruktif.
OJK berkomitmen menyampaikan perkembangan reformasi pasar secara transparan hingga tahap evaluasi berikutnya. Dari sisi stabilitas, OJK memastikan mekanisme pengawasan pasar akan terus dioptimalkan lewat pemantauan rutin dan ketat.
“Arah kebijakan ini akan terus kami lakukan secara konsisten, yaitu upaya memperkuat kualitas dan integritas pasar modal Indonesia secara fundamental, agar lebih transparan, likuid, kredibel, serta mampu tumbuh sehat berkelanjutan dalam jangka menengah-panjang,” tegas Hasan.
Green Era Energi Lepas 350 Juta Saham Barito Renewables Energi
Investor asing asal Singapura jual 350 juta saham Barito Renewables Energy senilai Rp1,5 triliun. Aksi ini menambah free float dan likuiditas saham BREN di pasar.
VIVA.co.id
8 April 2026