Sabtu, 7 Februari 2026 – 02:20 WIB
VIVA – Hubungan suami istri tentu saja menyenangkan untuk dilakukan. Tapi ceritanya bisa berbeda kalau setelahnya organ intim pria terasa nyeri. Meskipun jarang dibahas, kondisi ini sebenarnya cukup umum dan wajar terjadi pada pria.
Baca Juga :
Apa yang Terjadi Saat Organ Intimmu Terjepit Ritsleting?
Menurut ahli urologi di Northwestern Medicine Delnor Hospital, Dr. Vikas Desai, penyebab paling sering adalah kurangnya pelumas atau durasi hubungan yang terlalu lama. Tetapi kalau nyeri disertai perubahan warna kulit, seperti memar, itu bukan hal yang normal dan sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.
Tanda-tanda lain yang perlu diwaspadai termasuk nyeri lebih dari empat jam yang tidak membaik meski sudah dikompres dingin atau minum obat pereda nyeri, sensasi “pop” saat berhubungan, memar atau perubahan warna yang jelas, pembengkakan parah, atau ereksi yang tiba-tiba hilang dan menyakitkan. Berikut beberapa penyebab umum organ intim pria sakit setelah berhubungan seperti dilansir dari laman Mens Health, Sabtu 7 Februari 2026.
Baca Juga :
Apakah Organ Intim Kamu Normal? Coba Cek di Sini
Reaksi Alergi
Reaksi alergi bisa terjadi akibat bahan kimia atau material dari produk kesehatan seperti kondom, gel, pelumas, atau produk perawatan kulit. Gejalanya bisa berupa lepuhan, kulit kering atau pecah-pecah, gatal, kemerahan, atau kulit bersisik dan menebal.
Dr. Desai menyarankan untuk menahan diri dari hubungan intim sampai kulit sembuh dan ini bisa memakan waktu beberapa minggu. Krim topikal yang dijual bebas seperti hidrokortison bisa digunakan, atau jika alergi, gunakan bacitracin atau Neosporin. Untuk lepuhan dan kemerahan, krim antijamur seperti clotrimazole (Lotrimin) atau betametason bisa dicoba. Jika krim tidak membaik dalam 48–72 jam, sebaiknya periksa ke dokter.
Baca Juga :
Organ Intimnu Terasa Sakit? Ini 8 Jenis Nyeri yang Perlu Pria Waspadai dan Penyebabnya
Balanitis
Balanitis adalah peradangan pada kepala penis, umumnya terjadi pada pria yang belum disunat. Gejalanya meliputi perubahan warna penis (abu-abu, ungu, merah, atau putih) atau bercak pada kepala penis, kulit kemerahan, serta bengkak dan mengkilap pada beberapa titik. Pencegahan paling efektif adalah menjaga kebersihan organ intim, terutama setelah berhubungan. Jika sudah terkena, dokter biasanya akan meresepkan krim antijamur atau antibiotik untuk kasus yang lebih parah.
Ejakulasi Tertunda (Delayed Ejaculation / DE)
Ejakulasi tertunda adalah kondisi ketika seseorang sulit mencapai klimaks dalam waktu wajar, biasanya lebih dari 30 menit. Faktor penyebab termasuk kecemasan, stres, ketidakseimbangan hormon, atau kerusakan saraf di area panggul/tulang belakang. Obat-obatan seperti antidepresan SSRI juga bisa menyebabkan DE.
Halaman Selanjutnya
Solusinya, periksa efek samping obat-obatan yang dikonsumsi, termasuk antidepresan, obat stres, atau perawatan rambut. Jika organ intimmu tetap sakit setelah evaluasi obat, segera periksa ke dokter karena bisa menandakan infeksi prostat atau saluran kemih, atau masalah saraf di panggul/tulang belakang.