Selasa, 6 Januari 2026 – 19:17 WIB
Jakarta, VIVA – Pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) X Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Jakarta menjadi momen untuk menegaskan solidaritas internal partai dan konsolidasi dini dalam menghadapi Pemilu 2029.
Hal itu disampaikan Bendahara Umum DPP PPP, Imam Fauzan, dalam sambutannya saat membuka acara tersebut.
Fauzan menekankan perlunya mengakhiri pertikaian internal dan menjadikan Jakarta sebagai contoh persatuan buat daerah lain. “Saya yakin teman-teman sudah paham. Saya mohon, sudahilah kita bertengkar. Jadikan Jakarta contoh soliditas untuk provinsi lain,” kata dia.
Menurut Fauzan, Pemilu 2029 akan lebih berat dari 2024 karena ada tahapan verifikasi faktual, tidak hanya verifikasi administrasi saja. “Ingat, Pemilu 2029 beda dengan 2024. Tahun 2024 cuma verifikasi administrasi, 2029 kita harus lewati verifikasi faktual,” ujarnya.
Fauzan mengingatkan agar target politik disusun secara realistis dan dipersiapkan dari jauh hari, terutama dalam menyiapkan calon legislatif terbaik.
Muswil X DPW PPP Jakarta ini adalah yang ke-15 dari seluruh DPW PPP di Indonesia. Fauzan menyebut, per 10 Januari nanti sudah ada 24 DPW yang akan menyelenggarakan Muswil.
Sementara itu, Ketua DPW PPP DKI Jakarta, Saiful Rahmat Dasuki, menegaskan pelaksanaan Muswil ini adalah amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai. “Dalam AD/ART jelas, 3 bulan setelah muktamar wajib ada muswil. Lalu 3 bulan setelah muswil, wajib ada muscab di tingkat DPC,” kata Saiful.
Ia mengatakan tidak ada tawar-menawar dalam menjalankan konstitusi partai. “Yang menjadi tumpuan kita AD/ART, jadi tidak ada tawar-menawar,” ucap mantan Wakil Menteri Agamaan itu.
Saiful juga menekankan pentingnya kesinambungan dan regenerasi kepemimpinan di PPP Jakarta agar tidak terputus di masa depan. “PPP Jakarta akan selalu punya kesinambungan dan regenerasi yang tak terputus,” pungkasnya.