Mungkin Roby Tak Separah Itu, Aurelie Pun Tak Seterpuji Itu

Jumat, 16 Januari 2026 – 11:36 WIB

Diskusi tentang memoar Broken Strings karya Aurelie Moeremans terus berlanjut dan memicu perdebatan luas di publik. Kisah pengalaman masa lalu Aurelie soal dugaan child grooming menyentuh perasaan banyak pembaca. Tapi di sisi lain, juga memunculkan spekulasi liar yang menyebut nama Roby Tremonti sebagai sosok dibalik nama samaran “Bobby”.

Baca Juga:
Tengku Zanzabella Sebut Roby Tremonti Belum Tentu Bersalah dalam Polemik Buku Aurelie Moeremans

Ditengah banyaknya opini warganet, Tengku Zanzabella akhirnya angkat bicara. Ia menilai publik perlu menahan diri dan tidak buru-buru menyimpulkan identitas atau kesalahan seseorang hanya berdasar asumsi dan cerita yang beredar di medsos. Scroll ke bawah untuk baca artikel lengkapnya.

Baca Juga:
Jumlah Saldo Roby Tremonti Bikin Aurelie Moeremans Tertegun saat Diajak Nikah

Menurut Tengku Zanzabella, empati pada korban memang penting, tapi tidak boleh menghilangkan prinsip kehati-hatian dan asas praduga tak bersalah. Ia menilai kejadian saat ini justru berpotensi menciptakan ketidakadilan baru.

“Jadi ada ketidakadilan yang dilakukan para netizen kita, yaitu memvonis dengan langsung menunjuk orangnya seperti Roby gitu. Dengan tidak mengurangi empati kita terhadap korban ya, kita juga nggak boleh memvonis langsung kalau dia pelakunya,” kata Tengku Zanzabella, dikutip dari Instagram @zanzabellaa, Jumat (16/1/2026).

Baca Juga:
TERPOPULER: Kak Seto Pacari Istri Saat di Bawah Umur, Pandji Pragiwaksono Ungkap Alasan Tak Ada Mens Rea Lagi

Ia juga menyoroti dampak serius dari tuduhan publik tanpa bukti hukum. Menurutnya, saat seseorang ditunjuk dan dihakimi massal, reputasi dan hidup pribadinya bisa hancur, terlepas dari benar tidaknya tuduhan itu.

“Kalau misalnya si Roby klarifikasi karena dia merasa ditujuk dan divonis sebagai pelaku abuse atau apapun, maka reputasinya bisa jatuh,” lanjutnya.

MEMBACA  Blinken Membahas Masa Depan Suriah dalam Kunjungan Tak Terduga ke Irak

Lebih jauh, Tengku Zanzabella menegaskan bahwa penentuan bersalah atau tidaknya seseorang bukan ranah publik, melainkan kewenangan aparat hukum. Ia mengaku lebih percaya proses hukum daripada penghakiman berdasarkan opini.

“Kalau gue tipikal orang yang percaya ini harus dibuktikan dulu lewat putusan hukum. Baru kita bisa menyatakan dia pelaku. Kalau nggak, ya sudah,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Ia juga mengingatkan bahwa dalam kehidupan Aurelie, ada lebih dari satu hubungan masa lalu. Karena itu, publik tidak bisa serta-merta mengaitkan satu nama tertentu sebagai tokoh utama dalam kisah tersebut.

Tinggalkan komentar