MPR Serukan Reformasi Subsidi Energi untuk Perbaikan Penyaluran

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Eddy Soeparno menyerukan agar krisis energi dijadikan katalis untuk mereformasi kebijakan subsidi bahan bakar minyak dan gas elpiji, sehingga lebih tepat sasaran.

“Kenaikan harga minyak global akan menambah beban subsidi energi dan memperketat ruang fiskal negara. Karena itu, kita harus bergerak cepat untuk mereformasi subsidi energi agar tepat manfaat bagi yang benar-benar membutuhkan,” kata Soeparno dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, reformasi subsidi energi harus diprioritaskan. Dalam hal ini, ia juga menekankan pentingnya menyiapkan desain kebijakan energi jangka panjang.

“Reformasi subsidi energi adalah cara untuk memberikan keadilan bagi yang paling membutuhkan dan meminimalisir potensi salah sasaran,” ujarnya.

Ia menegaskan telah konsisten mendorong reformasi subsidi energi untuk mengurangi beban anggaran negara. Apalagi, data menunjukkan mayoritas pengkonsumsi BBM subsidi dan elpiji adalah orang-orang yang secara ekonomi tidak memenuhi syarat.

Wakil Ketua MPR itu menyoroti bahwa reformasi kebijakan subsidi energi harus diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

“Ketahanan energi bukan hanya soal ketersediaan dan keandalan pasokan, tetapi juga efektivitas negara dalam mengelola sumber daya energi secara adil, efisien, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan kembali pentingnya mengalihkan anggaran subsidi yang salah sasaran ke sektor-sektor yang lebih produktif, termasuk pengembangan energi terbarukan.

Soeparno meyakini langkah ini tidak hanya penting untuk menjaga keberlanjutan fiskal, tetapi juga untuk memastikan Indonesia memiliki pondasi energi yang lebih mandiri di masa depan.

“Subsidi energi harus menjadi instrumen yang tepat sasaran dan dialihkan ke pengembangan energi terbarukan untuk menjamin keandalan energi nasional ke depannya,” tandasnya.

Berita terkait: Pemerintah jamin ketahanan energi di tengah konflik global
Berita terkait: Energi Indonesia tetap stabil saat negara tetangga nyatakan darurat
Berita terkait: Program MBG tak berubah meski ada rumor pembelajaran jarak jauh: BGN

MEMBACA  Hezbollah Mengamati dari Jauh Saat Iran dan Israel Bertempur, untuk Sementara Ini | Konflik Israel-Iran

Tinggalkan komentar