Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Eddy Soeparno menegaskan perlunya pemerintah mengambil langkah-langkah proaktif dalam merespons tarif timbal balik yang diberlakukan oleh pemerintah AS.
Menurut Soeparno, salah satu langkah proaktif yang harus diambil adalah memperkuat diplomasi perdagangan untuk melindungi ekonomi nasional dari dampak negatif.
“Kita tidak boleh membiarkan industri dalam negeri kita menderita lebih parah,” ujar Soeparno di sini pada Sabtu.
Ia menunjukkan bahwa beberapa produsen di sektor-sektor seperti sepatu olahraga, elektronik, dan tekstil sudah tutup.
Oleh karena itu, ia menekankan bahwa terlibat dalam diplomasi perdagangan bisa menjadi kunci untuk mendapatkan pengecualian tarif untuk beberapa produk ekspor unggulan Indonesia.
Selain memperkuat diplomasi perdagangan, ia menekankan perlunya pemerintah memperluas pasar ekspor Indonesia.
“Di awal pemerintahan, Presiden Prabowo telah bertindak cepat dengan bergabung dan menjadi anggota tetap BRICS. Sekarang, sudah saatnya kita memanfaatkan status kita sebagai anggota tetap BRICS untuk memperluas pasar ekspor,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa langkah ini penting agar neraca perdagangan Indonesia tidak terpengaruh secara negatif oleh kebijakan proteksionis dari beberapa negara.
Selain itu, ia menekankan bahwa pemerintah masih perlu meningkatkan daya saing produk-produk nasional.
“Industri dalam negeri harus lebih inovatif dan efisien. Pemerintah perlu memberikan insentif bagi industri strategis agar kita bisa bersaing secara global, terlepas dari kebijakan negara lain,” katanya.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif pada Rabu (2 April) yang menerapkan tarif timbal balik pada beberapa negara.
Akibat kebijakan ini, semua impor yang berasal dari Indonesia akan dikenakan tarif sebesar 32 persen oleh pemerintah AS.
Berita terkait: RI, Prancis sepakat memperkuat hubungan di tengah serangan tarif Trump
Berita terkait: Prabowo, pemimpin ASEAN bahas tarif Trump
Translator: Rio, Kenzu
Editor: Rahmad Nasution
Hak cipta © ANTARA 2025