Jakarta (ANTARA) – Indonesia dapat mencapai efisiensi anggaran yang lebih besar dengan mengalihkan dana dari impor elpiji untuk memasak ke program yang mendorong rumah tangga beralih ke kompor listrik, kata seorang anggota DPR.
"Perhitungan kami menunjukkan bahwa transisi ke kompor listrik akan memakan biaya lebih rendah daripada impor LPG," kata Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Eddy Soeparno kepada ANTARA saat dihubungi dari Jakarta, Senin.
Ia mengacu pada kajian yang dilakukan DPR dan PT PLN pada masa jabatannya sebelumnya sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR tahun 2022.
Kajian tersebut, ujarnya, menunjukkan Indonesia dapat menghemat hingga Rp330 miliar (lebih dari 19 juta dolar AS) dengan mengalihkan anggaran untuk bantuan transisi bagi 300.000 rumah tangga, termasuk kompor listrik, wajan, dan pemasangan instalasi listrik khusus secara gratis.
"Jika kebijakan kompor listrik diterapkan, kita harus memastikan kapasitas produksi kompor tersebut memadai agar tidak perlu menggunakan produk impor," kata Soeparno.
Menurutnya, pilihan transisi energi ini semakin masuk akal, terlebih karena harga LPG sangat terikat dengan minyak, yang harganya terus naik secara global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Dia mencatat, laporan menunjukkan harga minyak mentah Brent telah melampaui 100 dolar AS per barel, jauh di atas rata-rata 64 dolar AS pada Januari 2023.
"Indonesia mengimpor 75 persen kebutuhan LPG-nya, yang harganya mengikuti minyak mentah," tegasnya.
Soeparno mengatakan akan terus mendukung upaya pemerintah mempercepat elektrifikasi di berbagai sektor, termasuk transportasi, industri, dan konsumsi rumah tangga.
Wacana peralihan dari kompor LPG ke kompor listrik pertama kali diperkenalkan pada masa pemerintahan Presiden ketujuh Joko Widodo. Pada September 2022, PLN memutuskan menunda rencana tersebut, menyebutkan pemulihan ekonomi nasional dari COVID-19 yang masih berlangsung.
Berita terkait:
Indonesia jamin pasokan energi di tengah gejolak Selat Hormuz
Luhut pastikan pasokan BBM dan LPG aman di tengah ketegangan Timur Tengah
Prabowo tinjau pasokan pangan dan energi jelang Idul Fitri
Penerjemah: Putu Indah, Tegar Nurfitra
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026