Momen Idul Fitri Pacu Penguatan Jaminan Halal Indonesia: Peran BPJPH

Jakarta (ANTARA) – Otoritas halal Indonesia mendorong konsumen dan pelaku usaha untuk meningkatkan kepatuhan selama liburan Idul Fitri 2026, menyusul melonjaknya permintaan terhadap produk bersertifikasi serta kebutuhan meningkatkan daya saing global.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan mengatakan dalam pernyataan pada Minggu bahwa momen liburan ini merupakan kesempatan penting untuk memperkuat sistem jaminan halal nasional seiring konsumsi yang meningkat tajam.

Dia mencatat bahwa permintaan terhadap berbagai barang—mulai dari makanan dan minuman hingga fesyen dan kosmetik—biasanya naik sebelum Idul Fitri, sehingga kepatuhan terhadap standar halal menjadi semakin penting.

Hasan mengajak konsumen Muslim untuk lebih selektif, memastikan produk yang dibeli dan dikonsumsi memenuhi persyaratan halal yang terverfikasi.

“Dengan memilih produk halal, kita mendukung praktik sertifikasi yang lebih kuat sekaligus meningkatkan daya saing barang halal Indonesia di dunia,” ujarnya.

Dia menekankan bahwa sertifikasi halal memberikan manfaat di luar kepatuhan agama, termasuk jaminan keamanan, kebersihan, dan kualitas produk, yang membantu membangun kepercayaan konsumen.

“Konsumen harus memastikan produk telah bersertifikat halal agar dapat menggunakannya dengan yakin, mengetahui bahwa produk itu memenuhi standar yang berlaku,” tambahnya.

Hasan juga menyoroti dampak ekonomi yang lebih luas, menyebutkan bahwa permintaan dalam negeri yang kuat untuk barang bersertifikat halal dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan memperbaiki posisi Indonesia di pasar halal global.

“Dukungan publik sangat penting untuk memperkuat ekosistem halal dan membuat produk Indonesia lebih kompetitif di tingkat internasional,” katanya.

Dia menambahkan bahwa meningkatkan kesadaran akan jaminan halal dapat memberikan manfaat lebih luas bagi pelaku usaha dan konsumen dengan mendorong standar dan akuntabilitas yang lebih tinggi di seluruh rantai pasokan.

MEMBACA  Ambil Formulir di Perindo, Holda Akan Menjadi Perempuan Pertama Calon Gubernur Sumsel

Kepala BPJPH menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat akan menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan terhadap sertifikasi halal dan memastikan penerapan yang konsisten di seluruh negeri.

Dia juga menyerukan dilanjutkannya kampanye edukasi untuk membantu konsumen lebih memahami pentingnya kepatuhan halal, terutama selama periode konsumsi puncak seperti Idul Fitri.

Dengan permintaan yang diprediksi tetap kuat, pihak berwenang berupaya memastikan produk bersertifikat halal tetap mudah diakses, terpercaya, dan selaras dengan standar regulasi di seluruh Indonesia.

Berita terkait: Indonesia akan terapkan sertifikasi halal wajib pada Oktober 2026

Berita terkait: Larangan Arab Saudi atas unggas Indonesia tidak terkait masalah halal: pemerintah RI

Penerjemah: Arnidhya Nur, Tegar Nurfitra
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar