Selasa, 17 Maret 2026 – 00:05 WIB
Iran – Di tengah banyaknya pertanyaan tentang kondisi kesehatan pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, beberapa media asing melaporkan bahwa dia mengalami luka serius dan telah dibawa ke Rusia untuk operasi.
Kabar ini pertama kali diungkap media Kuwait, Al-Jarida. Pada 15 Maret, media itu dapat informasi soal kondisi Mojtaba dari sumber pejabat tinggi Iran.
“Mojtaba diam-diam dipindahkan ke Moskow untuk operasi karena alasan kesehatan dan keamanan,” begitu keterangan yang dikutip dari laman Daily Chosun, Selasa 17 Maret 2026.
Media itu juga bilang operasi sudah sukses dilakukan dan kini dia sedang masa pemulihan di sebuah rumah sakit di kompleks kepresidenan di Moskow.
Menurut laporan, Presiden Rusia Vladimir Putin pada 12 Maret menelpon Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan langsung menawarkan bantuan perawatan medis itu. Malam harinya, Mojtaba dikabarkan diterbangkan ke Moskow dengan pesawat militer Rusia, didampingi tim medis.
Laporan itu juga menyebut otoritas intelijen Iran memilih memindahkannya ke Rusia karena khawatir fasilitas medis dalam negeri bisa jadi sasaran serangan, mengingat Israel masih terus melakukan serangan udara yang menargetkan pemimpin Iran.
Sebagai info, Mojtaba diangkat sebagai pemimpin tertinggi Iran pada 8 Maret, menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Tapi karena dia belum pernah tampil di publik sejak itu, banyak spekulasi muncul tentang apakah dia masih hidup dan seberapa parah lukanya.
Sementara itu, pada 12 Maret, dia memang menyampaikan pernyataan pertama lewat televisi pemerintah yang berisi tekad untuk terus melawan, tapi pernyataan itu dibacakan oleh seorang pembawa acara.
Di sisi lain, ketidakhadiran Mojtaba membuat Militer Israel menilai pemimpin tertinggi Iran itu mengalami luka di bagian kaki pada hari pertama perang. Pihak Amerika Serikat juga pernah menyinggung kemungkinan itu.
“Ada kemungkinan pemimpin baru yang disebut sebagai pemimpin tertinggi itu mengalami luka,” kata Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dalam konferensi pers baru-baru ini.
Halaman Selanjutnya
Bahkan, ada juga yang berspekulasi bahwa dia dalam kondisi koma. Media Inggris The Guardian melaporkan bahwa Mojtaba sedang koma dan dirawat secara rahasia di sebuah rumah sakit.