Banjarbaru, Kalsel (ANTARA) – Indonesia meluncurkan program sekolah gratis baru yang bertujuan untuk memutus mata rantai kemiskinan. Program ini tidak hanya menargetkan anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga orang tua mereka, kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf pada Minggu.
Program yang dikenal sebagai Sekolah Rakyat ini dirancang untuk anak-anak dari keluarga miskin dan sangat miskin yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan berkualitas. Berbeda dengan skema sekolah konvensional, program ini mengintegrasikan pendidikan dengan pemberdayaan ekonomi dan sosial berbasis keluarga.
Berbicara dalam konferensi pers setelah meninjau persiapan pilot Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Yusuf mengatakan inisiatif ini dibangun untuk memberikan dampak yang langgeng.
“Anak-anak bersekolah, dan orang tuanya diberdayakan. Saat anak-anak lulus, kehidupan orang tua juga sudah lebih baik,” ujarnya.
Berita terkait: Prabowo targetkan renovasi 60 ribu sekolah di seluruh Indonesia pada 2026
Dalam skema ini, Sekolah Rakyat berfungsi sebagai pusat untuk beberapa program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk program Makanan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis.
Pemerintah menyatakan inisiatif ini krusial karena kemiskinan masih menjadi tantangan yang terus-menerus. Data Kementerian Sosial menunjukkan bahwa 8,57 persen populasi Indonesia — sekitar 24 juta jiwa — masih hidup di bawah garis kemiskinan. Sebanyak 1,13 persen lainnya, atau sekitar 3,17 juta jiwa, diklasifikasikan sebagai sangat miskin.
Yusuf menyebutkan siswa yang terdaftar di Sekolah Rakyat akan mendapat dukungan pendidikan penuh, termasuk akomodasi. Sementara orang tua mereka diharapkan bergabung dengan koperasi desa dan mendapatkan akses ke bantuan sosial, program makanan bergizi, dan pemeriksaan kesehatan rutin.
“Pendidikan saja tidak cukup. Kami sekaligus memperkuat keluarga, sehingga perbaikannya berkelanjutan,” katanya.
Program ini dimaksudkan untuk membekali anak-anak dari latar belakang kurang mampu dengan keterampilan dan daya saing yang dibutuhkan untuk berkontribusi pada tujuan pembangunan jangka panjang Indonesia, termasuk visi pemerintah “Indonesia Emas 2045” yang menandai 100 tahun kemerdekaan.
Menurut kementerian, sebanyak 166 sekolah percontohan Sekolah Rakyat telah berdiri di seluruh Indonesia per 2025 dan dijadwalkan diresmikan pada 12 Januari 2026.
Sekolah-sekolah tersebut diperkirakan akan menampung sekitar 16.000 siswa di tingkat SD, SMP, dan SMA, didukung oleh sekitar 2.400 guru dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan, menurut kementerian.
Berita terkait: Menteri minta Sekolah Rakyat terapkan pendidikan peduli iklim
Penerjemah: M Riezko, Raka Adji
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026