Misteri Kelahiran Jaipong: Kisah Tersembunyi di Balik Tarian Ikonik

loading…

Dalam episode Kata Mereka kali ini, Robby Purba menelusuri kembali lebih dalam salah satu ikon budaya Jawa Barat, Tari Jaipong. Foto/MNC Media.

JAKARTA – Dalam episode Kata Mereka kali ini, Bang Robby Purba menelusuri kembali lebih dalam salah satu ikon budaya Jawa Barat, Tari Jaipong. Tari Jaipong kali ini dilihat bukan hanya dari sisi sejarah dan perkembangannya, melainkan juga cerita-cerita tak kasatmata yang menyertainya.

Tari Jaipong pada awalnya muncul dan berkembang pada akhir tahun 1960-an. Tari yang menjadi salah satu tarian khas Jawa Barat ini lahir dari tangan Gugum Gumbira yang memang dikenal sebagai tarian yang dinamis dan penuh energi.

Baca juga: Mengulas Misteri Dewi Lanjar, Ratu Laut Pantura

Tarian ini lahir dari beberapa unsur yang saling berpadu, yakni Ketuk Tilu, Pencak Silat, Wayang Golek, dan Topeng Banjet, yang menjadikannya beda dari tari klasik lainnya. Gerakan tarian ini cukup ekspresif, diiringi dengan irama gendang yang menghentak, dan penari yang tampil dengan percaya diri.

Namun di balik gemulai gerakan tersebut, ada banyak cerita yang berkembang yang meyakini bahwa Tari Jaipong bukan sekadar pertunjukan panggung.

Baca juga: Ketika Hutan Membuka Tabir Gaibnya di Hadapan Panji

Dalam tradisi Sunda, setiap ada pertunjukan besar, khususnya pertunjukan di desa-desa, Tari Jaipong seringkali dipercaya perlu diawali doa sebagai bentuk penghormatan kepada karuhun atau roh leluhur. Beberapa kelompok seni bahkan punya ritual khusus sebelum naik panggung. Tujuan dari ritual yang mengawali tarian ini adalah agar pertunjukan berjalan lancar dan tidak terjadi gangguan.

MEMBACA  Pengesahan RUU Pekerja Rumah Tangga adalah Kewajiban Konstitusional: Komnas HAM

Tinggalkan komentar