Mikel Arteta Pernah Didorong untuk Dipecat Sebelum Mengantar Arsenal Juara Premier League 2025/2026

Senin, 25 Mei 2026 – 11:00 WIB

VIVA – Penantian panjang pendukung Arsenal akhirnya bener-bener berakhir. Setelah bertahun-tahun dijuluki "spesialis runner-up", klub London Utara ini sukses memutus kutukan yang udah menghantui mereka sejak zaman kejayaan Arsene Wenger sama tim Invincibles musim 2003-2004.

Gelar Liga Inggris musim ini terasa jauh lebih emosional karena Arsenal sempet lewat masa-masa yang hampir bikin mereka gagal lagi. Di tiga musim terakhir, The Gunners selalu ada di jalur juara tapi akhirnya terpeleset di tikungan terakhir. Bahkan, mereka sempet catat rekor pahit sebagai tim yang paling lama di puncak klasemen tanpa jadi juara.

Sekarang semuanya berubah. Di balik kesuksesan ini, ada satu nama yang paling menonjol: Mikel Arteta. Pelatih asal Spanyol ini akhirnya buktiin kalo kesabaran manajemen Arsenal bukan keputusan yang sia-sia.

Arteta dateng ke Emirates Stadium pada Desember 2019 sebagai pelatih muda yang minim pengalaman. Banyak orang meragukan kemampuannya buat ngangkatin Arsenal balik ke level elite Eropa. Tapi pelan-pelan, mantan kapten Arsenal ini bangun fondasi baru yang sekarang berbuah manis.

Dalam wawancara bulan lalu, Arteta ngungkapin gimana dia nyoba ngubah budaya di klub dari hari pertama.

"Saya habisin tiga bulan pertama ngobrol sama semua orang di klub dari berbagai peran," kata Arteta seperti dikutip Guardian.

Dia kemudian minta semua staf ngasih gambaran apa arti kerja di Arsenal pake "kata awan". Tapi hasilnya tidak bikin dia puas.

"Kata-kata itu gua gak suka, jadi harus diubah. Kami perlu sesuatu yang hidup setiap hari dan bisa diwujudkan dalam tindakan. Terus saya beli pohon zaitun," ucapnya.

Pohon itu bukan sekedar hiasan. Buat Arteta, pohon itu adalah simbol akar sejarah Arsenal sejak klub berdiri tahun 1886 dan juga gambaran budaya baru yang mau dia bangun.

MEMBACA  Jumlah WNI yang Diculik Israel Bertambah Menjadi 7 Orang

"Di lingkungan kami, semuanya butuh perhatian ama detail. Kadang ada badai, situasi membeku, terus gimana kami nanggepinnya? Kalo matahari bersinar sih gampang. Tapi waktu situasi sulit dateng, gimana cara kami rawat semuanya? Itu yang mau diwakili," lanjutnya.

Halaman Selanjutnya

Ucapan Arteta dulu sempet dianggep lebay, bahkan kedengerан kayak sensasi motivasi biasa. Tapi hasil di lapangan nutup mulut semua kritik.

Tinggalkan komentar