MiG-41: Jet Hipersonik Rusia Pemburu Rudal dan Satelit di Luar Angkasa

Sabtu, 11 Oktober 2025 – 02:22 WIB

Moskow – Rusia sedang mendorong batas kemampuan teknologi militernya lewat proyek ambisius jet tempur hipersonik MiG-41.

Baca Juga:

Terobosan TNI AU, Pilot ‘Mammoth’ Terbang di Kursi Depan KF-21 Boramae: Seberapa Canggih Jet Tempur RI–Korsel?

Pesawat ini disebut-sebut sebagai penerus MiG-31 Foxhound yang legendaris. Bahkan, pesawat ini diduga bisa terbang sampai ke batas luar angkasa untuk mengejar rudal dan satelit di orbit rendah.

Menurut laporan Army Recognition, MiG-41 dikembangkan di bawah program PAK-DP (Prospective Air Complex for Long-Range Interception).

Baca Juga:

Boeing Mulai Bangun Jet Tempur Siluman F-47, Disebut Generasi Keenam dan Lebih Canggih dari F-22

Tujuan utama proyek ini adalah untuk menciptakan pesawat tempur generasi baru yang bisa menghadapi ancaman modern seperti rudal hipersonik, pesawat siluman canggih, hingga target di orbit rendah.

Baca Juga:

TNI AU Terima Tiga Pesawat Rafale Baru Awal 2026

Kecepatan Hipersonik dan Desain Masa Depan

Klaim paling mencolok dari proyek MiG-41 adalah soal kecepatannya. Pesawat ini disebut bisa melesat hingga Mach 4 hingga 4,3, atau lebih dari 5.000 kilometer per jam. Jika benar, kecepatannya jauh lebih tinggi daripada jet tempur manapun yang ada saat ini, termasuk F-22 Raptor milik Amerika Serikat.

Dilansir dari The National Security Journal, MiG-41 bahkan dikatakan mampu terbang di ketinggian hingga 50.000 meter, hampir menyentuh lapisan luar atmosfer Bumi.

Dengan kemampuan seperti itu, jet ini diperkirakan bisa melakukan misi anti-satelit dan mencegat rudal hipersonik di orbit rendah.

Tapi, banyak analis yang menganggap klaim ini terlalu ambisius. Salah satu tantangan terbesarnya adalah ketahanan material pesawat terhadap panas ekstrem yang dihasilkan pada kecepatan hipersonik.

MEMBACA  ‘Internet of Bodies’ bisa menyatukan teknologi dan tubuh manusia bersama-sama

Selain itu, sistem mesin dan pendingin juga menjadi tantangan besar karena harus beroperasi dengan stabil di ketinggian ekstrem.

Petarung Multi-Peran

Selain kecepatan, MiG-41 dirancang sebagai pesawat multi-peran dengan kemampuan komando dan kendali di udara. Menurut Interesting Engineering, pesawat ini akan dilengkapi radar generasi baru, avionik canggih, serta kemampuan untuk mengendalikan drone pendamping di medan pertempuran.

Desainnya juga direncanakan punya versi tanpa awak (unmanned) yang memungkinkan misi berisiko tinggi tanpa melibatkan pilot secara langsung. Jadi, MiG-41 bukan cuma pencegat yang cepat, tapi juga pusat jaringan udara yang bisa mengoordinasi berbagai sistem tempur di sekitarnya.

Ambisi Besar, Tapi Realisasinya Masih Diragukan

Walaupun desain eksternal MiG-41 disebut sudah selesai, banyak pengamat yang meragukan jadwal pengembangannya karena dianggap terlalu optimis. Beberapa laporan menyebut uji terbang perdana akan dilakukan dalam beberapa tahun ke depan, dengan produksi terbatas direncanakan sekitar awal tahun 2030-an.

Halaman Selanjutnya

Menurut The National Interest, tantangan utama Rusia adalah keterbatasan industri dalam memproduksi material tahan panas, avionik generasi baru, dan mesin dengan dorongan tinggi yang konsisten pada kecepatan Mach 4.