Mewujudkan Kedaulatan Pangan Akuatik Indonesia

Jumat, 20 Februari 2026 – 17:30 WIB

(Artikel opini ini ditulis oleh Boimin, Ph.D., Pemerhati Kebijakan Pangan, Research Fellow PKSPL-IPB, Divisi Biotek Kelautan-Pangan. Beliau menamatkan studi S3 Ilmu Pangan di University of Massachusetts Amherst, Amerika Serikat)

Deregulasi Besar-Besaran, Pemerintah Percepat Swasembada Pangan Multi Komoditas

VIVA – Kedaulatan pangan (food sovereignty) termasuk dalam Asta Cita Presiden Prabowo. Pangan akuatik bisa menjadi pilar utama untuk mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia. Indonesia adalah salah satu produsen pangan akuatik terbesar di dunia, baik dari hasil tangkapan maupun budidaya. Contohnya seperti udang, ikan, dan rumput laut.

Pangan akuatik punya peran sentral dalam perbaikan gizi dan mata pencaharian masyarakat lokal, serta untuk meningkatkan pendapatan negara dari ekspor. Namun, akses masyarakat untuk mendapatkan pangan akuatik yang terjangkau dan bergizi tidak seimbang antar daerah. Para nelayan dan pembudidaya ikan skala kecil juga cuma mendapat keuntungan kecil dari sistem pangan akuatik (aquatic food system) yang ada saat ini.

Mendag Budi Tegaskan MBG Justru Bikin Harga Daging Ayam Stabil, Bukan Naik

Kedaulatan pangan akuatik harus diwujudkan. Semua pihak (stakeholders) seharusnya bekerja sama dan memiliki kemampuan untuk mengontrol produksi, distribusi, dan akses masyarakat terhadap pangan akuatik (Wittman, 2023). Caranya adalah melalui kebijakan pangan akuatik yang bagus.

Kebijakan tentang pangan akuatik (aquatic food policy) dapat mewujudkan sistem pangan akuatik yang handal. Dengan begitu, gizi masyarakat lokal bisa ditingkatkan. Nelayan dan pembudidaya ikan skala kecil dapat lebih diprioritaskan. Rantai nilainya juga menjadi lebih baik, karena rantai pasok dan logistiknya ikut membaik. Pasar ekspor pangan akuatik Indonesia pun bisa dijaga dan ditingkatkan.

MBG Dinilai Perlu Ada di Tengah Tantangan Ekonomi Global Saat Ini, Simak Penjelasannya

MEMBACA  Ketua DPD RI Mendukung Saran Luhut kepada Prabowo tentang Pembelian Kapal Riset Canggih

Dengan kata lain, kedaulatan pangan akuatik (aquatic food sovereignty) erat kaitannya dengan sistem pangan akuatik (aquatic food system).

KEDAULATAN PANGAN & SISTEM PANGAN AKUATIK

Kedaulatan pangan lebih dari sekadar ketahanan pangan. Ketahanan pangan adalah tentang bagaimana masyarakat bisa bertahan hidup (surviving). Sementara kedaulatan pangan, tentang bagaimana masyarakat tidak cuma bertahan, tapi juga bisa tumbuh dan berkembang (thriving) (Maudrie et al, 2025).

Kedaulatan pangan akuatik bisa terwujud jika didukung sistem pangan akuatik yang handal. Karakteristik sistem pangan akuatik di Indonesia, antara lain: perikanan tangkap skalanya kecil mendominasi; budidaya perikanannya berkembang pesat; produksi rumput lautnya makin meluas; dan pasar ikannya beragam, baik lokal maupun regional.

Halaman Selanjutnya

Beberapa tantangan untuk mewujudkan sistem pangan akuatik yang handal sudah teridentifikasi. Pertama, kondisi geografis Indonesia—sebagai negara kepulauan—berpotensi menimbulkan disparitas atau perbedaan regional. Hal ini bisa menyebabkan ketidakseimbangan dalam hal distribusi, biaya logistik, dan perbedaan harga pangan akuatik yang tidak seragam antar daerah.

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.

Tinggalkan komentar