Merek-merek Raksasa Otomotif Tiongkok Siap Menggilas Pemain Bermodal Rendah

loading…

BYD. FOTO/CNC

BEIJING – Industri mobil listrik di China yang berkembang pesat sekarang sedang menghadapi masa-masa yang penting.

Meskipun merek-merek EV China makin agresif di pasar global, dengan ekspor yang hampir naik dua kali lipat di akhir tahun kemarin, kenyataanya tidak semua perusahaan bisa bertahan lama.

Di tahun 2026, sektor ini diprediksi akan mengalami “penyaringan ulang” yang besar, dan puluhan produsen EV kecil dan menengah bisa-bisa tersingkir.

Pengiriman mobil baru di pasar dalam negeri China diperkirakan akan turun sampe 5 persen tahun depan. Ini penurunan yang paling drastis sejak tahun 2020. Di antara penyebabnya adalah berkurangnya dukungan pemerintah dan masalah kelebihan kapasitas produksi yang emang sudah lama jadi masalah di industri otomotif sana.

Sebuah laporan dari media internasional di Hong Kong bilang, sekitar 50 produsen kendaraan listrik (EV) yang masih rugi mungkin akan terpaksa mengurangi operasi atau malah menutup bisnisnya sepenuhnya di tahun 2026.

Tekanan ini bukan cuma datang dari biaya tinggi, tapi juga dari perubahan selera konsumen, khususnya anak muda yang makin pilih-pilih tentang desain, teknologi, dan pengalaman mengendarai mobil.

Ada salah satu pelaku industri komponen otomotif yang percaya bahwa waktu sudah hampir habis buat merek-merek yang tidak bisa bikin produk yang benar-benar menarik bagi konsumen.

MEMBACA  Video Call Sex yang Diduga Melibatkan Sekda Kabupaten Rokan Hilir Sedang Beredar