Jakarta (ANTARA) – Investor asing dari negara-negara mitra utama tetap berkomitmen pada Indonesia meskipun ada gejolak global terkait ketegangan Timur Tengah, kata Menteri Investasi Rosan Roeslani pada Senin.
Rosan menyebutkan mitra utama seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan – yang secara konsisten masuk lima besar investor Indonesia – terus menunjukkan minat kuat untuk mempertahankan dan memperluas investasi mereka.
“Sejauh ini, mereka tetap komit, dan investasi berjalan terus, khususnya di sektor industri, termasuk pengolahan hilir (downstream),” ujarnya usai rapat dengan Komisi XII DPR di Jakarta.
Dia menambahkan bahwa minat investasi dari negara-negara Timur Tengah juga meningkat meskipun ketidakpastian geopolitik dan geokonomi semakin besar.
“Mereka berinteraksi intens dengan kami, dan kami aktif bertemu dengan calon-calon investor,” katanya.
Rosan menjelaskan bahwa pemerintah memanfaatkan kunjungan luar negeri untuk menjangkau investor melalui forum besar maupun pertemuan kecil, serta mengumpulkan umpan balik langsung mengenai iklim investasi Indonesia.
Dia menyatakan bahwa kepercayaan investor yang tetap terjaga disebabkan oleh stabilitas politik, keamanan, dan lingkungan investasi Indonesia secara keseluruhan.
Aktivitas bisnis dalam negeri juga menguat, menurutnya, dengan dicatatnya lonjakan pendaftaran investasi dari pengusaha lokal.
“Dalam lima bulan terakhir, kami mencatat 1,8 juta pendaftaran dari UMKM dan investor domestik yang hendak berinvestasi,” ucap Rosan.
Dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang baru-baru ini, Indonesia berhasil mengamankan komitmen investasi senilai US$23,6 miliar untuk proyek-proyek strategis.
Kunjungan berikutnya ke Korea Selatan pada awal April juga menghasilkan komitmen signifikan, termasuk nota kesepahaman bisnis ke bisnis senilai US$10,2 miliar.
Rosan mengatakan perjanjian-perjanjian itu menegaskan kepercayaan global yang berlanjut terhadap prospek ekonomi Indonesia meski ada tekanan eksternal.
Dia menambahkan bahwa kombinasi dari stabilitas nasional, partisipasi domestik yang meningkat, dan minat asing yang terjaga membantu menjaga arus investasi yang positif.
Sebelumnya, Rosan menyampaikan optimisme bahwa realisasi investasi pada kuartal pertama 2026 akan mencapai sekitar Rp497 triliun (sekitar US$28,9 miliar), yang menandakan pertumbuhan kira-kira tujuh persen year on year.
Berita terkait: Indonesia optimistic about achieving Rp497 T investment in Q1 2026
Berita terkait: Indonesia, Russia strengthen economic cooperation through WGTII
Penerjemah: Aria Ananda, Yashinta Difa
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026