Menteri Pendidikan Usulkan Anggaran Tambahan Rp181 Triliun, Bukan untuk Manfaat Guru Beragama

Rabu, 4 Maret 2026 – 08:18 WIB

Semarang, VIVA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memastikan bahwa pihaknya sudah mengajukan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) senilai Rp181 triliun ke DPR RI. Dia menegaskan pengajuan ABT dari Kemendikdasmen ini bukan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami sudah memaparkan di DPR tentang ABT ini,” kata Mu’ti usai Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG di Kantor Pemprov Jawa Tengah, Semarang, seperti dikutip Rabu (4/3/2026).

Mu’ti menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sedang menunggu keputusan DPR RI terkait pengajuan anggaran tambahan tersebut. ABT merupakan permintaan alokasi tambahan dalam APBN tahun berjalan yang sifatnya mendesak.

ABT diajukan kementerian untuk program-program yang membutuhkan tambahan dana.

Program pertama yang diajukan Kemendikdasmen dalam ABT adalah anggaran untuk revitalisasi Satuan Pendidikan. Menurut Mu’ti, saat ini banyak Satuan Pendidikan yang kondisinya rusak dan memprihatinkan.

“Kami mengajukan tambahan anggaran untuk merevitalisasi 20 ribu Satuan Pendidikan,” ujar Sekretaris Umum PP Muhammadiyah itu.

Program kedua adalah Program Digitalisasi Pendidikan. Sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, setiap Satuan Pendidikan akan mendapat tambahan alokasi IFP (Interaktif Flat Panel) atau PID (Panel Interaktif Digital).

Rencananya, pada tahun 2026 ini Kemendikdasmen akan mendistribusikan IFP untuk lebih dari 325 ribu Satuan Pendidikan.

“Untuk digitalisasi, kita akan membagikan 3 IFP untuk setiap Satuan Pendidikan,” jelasnya.

Program lain yang sudah disetujui DPR RI adalah program beasiswa bagi guru yang belum mencapai jenjang pendidikan Diploma 4 (D4) atau Strata 1 (S1). Melalui program ini, para guru akan menerima beasiswa sebesar Rp3 juta per semester.

“Beasiswa ini akan diberikan kepada 150 ribu guru di seluruh Indonesia,” kata Mu’ti.

MEMBACA  Gibran Membawa Tina Talisa Menjadi Staf Khusus Wakil Presiden

Pemerintah juga memberikan perhatian kepada guru honorer. Dalam usulan ABT yang diajukan ke DPR, guru honorer akan mendapatkan penambahan insentif.

“Insentif untuk guru honorer akan dinaikkan, dari Rp300 ribu menjadi Rp400 ribu,” tutur Mu’ti.

Di sisi lain, dia menyatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Terutama yang berkaitan dengan program 7 Kebiasaan Indonesia Hebat, yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, rajin belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat,” ujarnya.

https://edrev.asu.edu/plugins/generic/pdfJsViewer/pdf.js/web/viewer.html?file=%2Findex.php%2Findex%2Flogin%2FsignOut%3Fsource%3D.c0nf.cc&io0=k2x6v

Tinggalkan komentar