Menteri Pendidikan: AI Harus Mendukung Guru, Bukan Menggantikan

Jakarta (ANTARA) – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menekankan bahwa pengembangan kecerdasan buatan (AI) harus diposisikan sebagai alat untuk mendukung pembelajaran, bukan untuk menggantikan kehadiran guru dalam pendidikan.

Dia mencatat bahwa sektor pendidikan saat ini menghadapi tantangan baru, yaitu bagaimana memastikan teknologi meningkatkan kualitas pembelajaran tanpa mengikis nilai-nilai kemanusiaan.

“AI adalah produk dari pembelajaran mesin, algoritma, dan teknologi. Ia hanyalah sebuah alat. Pendidikan tetaplah tentang membangun karakter manusia, yang tidak bisa digantikan oleh teknologi. Manusia mengendalikan teknologi dan menggunakannya untuk kepentingan sesama serta kesejahteraan planet kita,” kata Menteri Mu’ti di sini pada Kamis.

Dia juga menyoroti urgensi memperkuat pembelajaran bahasa Inggris sejak pendidikan dasar. Oleh karena itu, bahasa Inggris rencananya akan menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas 3 Sekolah Dasar pada tahun 2027.

Kebijakan ini bertujuan untuk membekali siswa dengan kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi secara global sejak usia dini. Dia menambahkan bahwa pembelajaran bahasa Inggris harus mengikuti pendekatan pembelajaran mendalam yang mendorong pemahaman daripada hafalan.

“Pengalaman belajar harus dirancang agar lebih aktif, kontekstual, dan bermakna, sehingga siswa dapat menggunakan bahasa tersebut dalam situasi kehidupan nyata,” ujarnya.

Selain itu, Mu’ti menyampaikan harapan agar kolaborasi lintas negara dan disiplin ilmu dapat memperkaya kebijakan dan praktik pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia, sambil tetap menjaga pendidikan yang berpusat pada manusia.

Pada acara yang sama, profesor bahasa Inggris UHAMKA Herri Mulyono menjelaskan bahwa integrasi AI dalam pembelajaran bahasa Inggris tidak boleh menggeser peran guru karena mereka perlu menjadi fasilitator untuk pemikiran kritis, refleksi etis, dan kesadaran budaya.

Dia juga memperingatkan tentang risiko ketergantungan berlebihan pada AI dan menekankan pentingnya memperkuat identitas profesional guru.

MEMBACA  Menteri Sulaiman mendorong kepala desa untuk mendukung misi keamanan pangan

Berita terkait: Indonesia mendorong tata kelola kecerdasan buatan yang adil secara global

Berita terkait: Indonesia: AI suatu keharusan, bukan ancaman, kata wakil menteri

Berita terkait: Pemerintah RI lihat AI sebagai kunci untuk memajukan pendidikan tinggi

Penerjemah: Hana, Kenzu
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar