Jakarta (ANTARA) – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mendorong hotel dan restoran untuk secara konsisten melaksanakan pengelolaan sampah mandiri sebagai pilar utama pariwisata berkelanjutan dan ramah lingkungan di Indonesia.
"Kami mengajak dan mengimbau para pemilik hotel dan restoran untuk menerapkan serta melanjutkan upaya pengelolaan sampah secara mandiri," ujarnya dalam pernyataan pada Rabu.
Dalam rapat kerja Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Semarang, Jawa Tengah, Selasa, dia menekankan bahwa persoalan sampah masih kritis dan telah menjadi fokus prioritas pemerintah Indonesia.
Penguatan kesadaran kolektif dan tindakan nyata di kalangan pelaku usaha dinilai penting bagi kesuksesan agenda nasional pengelolaan sampah.
Dia menambahkan, kementerian dan lembaga telah meluncurkan beragam inisiatif besar untuk mempercepat penyelesaian masalah sampah. Selain bekerja sama dengan mitra internasional, pengembangan program sampah menjadi energi telah menjadi salah satu alternatif dalam membangun infrastruktur pengelolaan sampah yang lebih modern dan terintegrasi.
Lebih lanjut dia menyatakan, Presiden Prabowo Subianto juga telah menginisiasi gerakan bersih-bersih lingkungan Indonesia ASRI sebagai bagian dari upaya mengatasi sampah.
Praktik pengelolaan sampah mandiri oleh hotel dan restoran, catatnya, akan memberikan kontribusi nyata bagi agenda nasional sekaligus memperkuat citra destinasi wisata yang bersih dan kompetitif.
Selain berdampak pada lingkungan, langkah ini juga diharapkan dapat memperkuat kepercayaan wisatawan terhadap komitmen Indonesia dalam keberlanjutan lingkungan.
Pada kesempatan itu, Wardhana juga menyoroti pergeseran preferensi wisatawan, yang semakin condong kepada kesadaran lingkungan, kesehatan dan kebugaran, serta pengalaman yang bermakna dan mendalam dengan layanan yang dipersonalisasi.
Tren ini menuntut industri untuk beradaptasi dan menyediakan standar layanan yang tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga etis dan berkelanjutan.
Menteri menjelaskan, kinerja pariwisata sepanjang 2025 menunjukkan fondasi yang solid meskipun terdapat dinamika ekonomi. Tingkat okupansi hotel terendah terjadi pada Maret 2025 sebesar 33,56 persen, turun 9,85 poin persentase dibandingkan Maret 2024.
Industri hotel kemudian menunjukkan ketahanan, karena tingkat okupansi menunjukkan tren peningkatan yang konsisten, dan mencapai puncaknya pada Desember 2025 sebesar 56,12 persen—yang tertinggi yang tercatat pada tahun itu.
Berita terkait: Presiden desak adopsi teknologi olah sampah mikro lebih cepat
Berita terkait: Status darurat sampah dicabut di 35 kabupaten/kota: Menteri
Berita terkait: Gerakan ASRI Nasional targetkan peningkatan pengelolaan sampah laut
Penerjemah: Hreeloita Dharma, Raka Adji
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026