Minggu, 14 Desember 2025 – 16:06 WIB
Bengkulu – Komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian Gajah Sumatera ditunjukan langsung oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Beliau turun ke lapangan untuk meninjau kondisi Bentang Seblat di Bengkulu, yang merupakan kawasan habitat penting satwa dilindungi itu.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung, Himawan Sasongko, menegaskan bahwa Raja Juli Antoni adalah menteri kehutanan pertama yang langsung mengunjungi kawasan tersebut. "Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Menteri yang sudah berkenan berkunjung ke PLG Seblat," ujar Himawan, dikutip pada hari Minggu.
Baca Juga:
Geger Organisasi Australia Ini Tuding 3 Objek Wisata di Bali Menyiksa Gajah
Dalam kunjungannya pada Kamis (11/12), Menhut mengecek langsung Pusat Latihan Gajah (PLG) Seblat, yang merupakan salah satu kantong penting populasi Gajah Sumatera di Bengkulu. Menhut juga mendengarkan masukan dari para petugas lapangan, termasuk 14 mahout dan 4 dokter hewan.
Baca Juga:
Viral Badan Gajah Sumatera di Tempat Wisata di Bali Dilukis Pakai Cat, Tuai Kecaman Publik
Himawan menilai kehadiran menteri ini menjadi catatan sejarah baru dan memberi dorongan moral bagi petugas BKSDA. "Ini dukungan agar kami bisa bekerja lebih baik lagi dalam merawat gajah jinak disini," katanya.
Baca Juga:
Bukan Salah Menhut Sekarang, WWF Indonesia Bongkar Akar Masalah Ini di Balik Banjir Sumatra
Menhut juga melihat progres Operasi Bentang Seblat untuk penyelamatan koridor gajah. Satgas PKH telah berhasil menguasai kembali sekitar 7.790 hektare dari total area perambahan kurang lebih 8.500 hektare. Tim operasi gabungan telah memusnahkan ribuan batang sawit ilegal, merobohkan pondok, dan mengamankan pelaku. Sebanyak dua alat berat diamankan dan 12 orang pelaku diamankan, dengan tiga diantaranya ditahan.
Halaman Selanjutnya
Menhut Raja Juli Antoni menaruh perhatian besar pada upaya penyelamatan habitat Gajah Sumatera. Koridor gajah yang akan direstorasi dirancang untuk menghubungkan kantong-kantong populasinya, sehingga memperluas ruang jelajah dan menjaga kelestariannya. Program restorasi koridor ini dijadwalkan mulai pada Januari mendatang.