Menteri Keuangan Sri Mulyani Jelaskan Dampak Serangan AS ke Venezuela terhadap Perekonomian Indonesia

Selasa, 6 Januari 2026 – 16:30 WIB

Jakarta, VIVA – Ketegangan geopolitik lagi memanas setelah Amerika Serikat (AS) meluncurkan serangan militer ke Venezuela. Tindakan ini langsung bikin khawatir dunia, terutama soal stabilitas ekonomi dan kemungkinan naiknya harga minyak global.

Baca Juga :

Setelah Venezuela, Trump Ingin ‘Caplok’ Greenland Apa yang Istimewa dari Wilayah Itu?

Tapi di tengah sorotan internasional itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa nganggap dampaknya buat ekonomi Indonesia cukup terbatas.

Purbaya jelasin bahwa kapasitas produksi minyak Venezuela sekarang nggak sebesar negara produsen minyak utama lain, jadi gejolak politik di sana nggak langsung goncangin pasar energi global.

Baca Juga :

Menteri Pigai Sebut RI Jadi Presiden Dewan HAM PBB Akan Tangani Masalah Venezuela

“Ini mungkin karena Venezuela udah lama nggak terlalu aktif di pasar minyak dunia juga sih. Kapasitas produksinya terbatas. Maksudnya, kita harus selalu jaga kekuatan kita sendiri. Cuma itu aja. Jadi kayaknya begitu,” kata Purbaya dikutip dari tvOne.

Meski begitu, Purbaya soroti hal lain yang menurutnya lebih mengkhawatirkan, yaitu lemahnya peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menjaga hukum internasional. Dia sindir sikap PBB yang dianggap nggak tegas dalam menanggapi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro sama Amerika Serikat.

Baca Juga :

Konflik di Venezuela Tak Picu Krisis Panjang, Ringgit Menguat Lawan Dolar AS

Menurut Purbaya, situasi global sekarang nunjukin ada keanehan dalam penegakan hukum internasional, di mana negara berdaulat bisa diserang dan pemimpinnya ditangkep tanpa pengawasan ketat dari lembaga dunia.

“Hukum dunia agak aneh sekarang. Jadi kalau diliat, negara bisa nyerang negara lain yang berdaulat dan kayaknya bisa lolos dari pengawasan PBB. PBB-nya jadi keliatan amat lemah sekarang,” ujarnya.

MEMBACA  Powell Sindir Trump, Tarif AS Picu Inflasi dan Tingkat Pengangguran

Sebelumnya diberitakan, Presiden AS Donald Trump umumkan bahwa negaranya udah luncurkan serangan besar ke Venezuela. Trump klaim Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, berhasil ditangkep dan dibawa keluar negeri.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Pengumuman itu langsung menarik perhatian dunia. Beberapa media internasional laporkan ada ledakan di ibu kota Caracas dan sebut operasi itu melibatkan pasukan elite Amerika Serikat, Delta Force. Tapi sampai sekarang, belum ada konfirmasi resmi soal keterlibatan pasukan itu.

Di sisi hukum, Jaksa Agung Amerika Serikat Pam Bondi ungkap bahwa Maduro dan Cilia Flores udah didakwa di Pengadilan Distrik Selatan New York atas berbagai tuduhan kejahatan berat.

Halaman Selanjutnya

“Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah didakwa di Distrik Selatan New York. Nicolás Maduro didakwa atas konspirasi narco-terorism,” tulis Bondi melalui akun media sosial X.