Menteri Keuangan RI dan China Bertemu di Beijing, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan

Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, bertemu dengan mitranya dari China, Lan Fo’an, di Beijing pada hari Rabu. Pertemuan ini adalah bagian dari strategi untuk memperluas sumber pendanaan negara dan menarik lebih banyak investor internasional.

“Indonesia tidak hanya menunggu,” kata Purbaya dalam pernyataan resmi. Kunjungan tingkat tinggi ini digambarkannya sebagai langkah proaktif untuk mengamankan modal jangka panjang.

“Kami mengambil langkah awal untuk membangun dasar pembiayaan yang kuat dan berkelanjutan, memastikan pembangunan tetap berjalan meskipun ada tantangan global.”

Tidak seperti banyak negara berkembang yang kini kesulitan menjaga utang, pejabat Indonesia memanfaatkan indikator makroekonomi yang stabil untuk merundingkan posisi yang lebih kuat. Purbaya menekankan bahwa tawaran Indonesia kepada investor institusional China didukung oleh fundamental domestik yang kokoh, termasuk rasio utang terhadap PDB yang terkontrol ketat, defisit anggaran yang dijaga dalam batas aman, serta pertumbuhan ekonomi yang tangguh.

“Jika dasar ekonomi kuat, kita punya ruang untuk bertindak lebih strategis dengan percaya diri,” ujar Purbaya. Ia menambahkan bahwa minat investor asing terhadap obligasi pemerintah Indonesia tetap tinggi meskipun ada gejolak global.

Menurutnya, kepercayaan investor ini berasal dari komitmen Indonesia terhadap disiplin fiskal dan kebijakan yang mudah diprediksi, bukan karena sentimen pasar jangka pendek.

“Kepercayaian pasar tidak dibangun dalam semalam,” tegas Purbaya. “Itu adalah hasil dari disiplin fiskal, reformasi yang konsisten, dan kredibilitas kebijakan yang dijaga pemerintah. Karena itu, Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik di kawasan ini.”

MEMBACA  Donald Trump Menjual Sneakers 'Emas', Tak Lama Setelah Didenda Rp5,56 TriliunDonald Trump Menjual Sepatu Sneakers 'Emas', Tak Lama Setelah Didenda Rp5,56 Triliun

Tinggalkan komentar