Menteri Kesehatan Serukan Imunisasi saat Wabah Campak Merebak

Jakarta (ANTARA) – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyerukan imunisasi campak yang mendesak karena wabah menyebar di banyak wilayah. Dia memperingatkan penyakit ini berisiko fatal bagi anak-anak dan bisa memburuk saat libur Idul Fitri mendatang.

“Kami amati banyak kasus muncul di awal tahun ini, jadi harus kita tekan cepat. Kalau tidak, penyakit bisa menyebar ke mana-mana, apalagi dengan libur Idul Fitri yang mendekat,” kata Sadikin pada Kamis setelah menghadiri penandatanganan keputusan menteri bersama tentang kesehatan mental anak.

Dia menekankan bahwa imunisasi masih menjadi perlindungan paling efektif, dengan mencatat vaksin campak telah digunakan selama puluhan tahun di seluruh dunia untuk menghentikan penularan.

Orang tua harus bertanggung jawab untuk melindungi anak-anaknya dengan memastikan mereka mendapatkan imunisasi campak, ujarnya.

Sadikin memperingatkan bahwa anak di bawah lima tahun sangat rentan, karena campak dapat menyebabkan komplikasi yang mematikan.

Dia menambahkan, menolak imunisasi membahayakan bukan hanya anak secara individu, tetapi juga sekolah dan komunitas.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan kasus suspek campak pada 2025 mencapai 63.769, dengan 67 kematian.

Pada 2026, tercatat 8.810 kasus suspek dan lima kematian. Sekitar 67 persen dari kasus terkonfirmasi tidak memiliki riwayat imunisasi.

Wabah dilaporkan di 87 kabupaten dan kota pada 2025, dan di 24 kabupaten dan kota di awal 2026.

Sepuluh wilayah—termasuk Medan, Padang, Garut, Sleman, Jember, Pamekasan, Tangerang, Tojo Una-Una, Makassar, dan Deli Serdang—mengalami wabah selama dua tahun berturut-turut.

Penerjemah: Prisca, Kenzu
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026

https://grbs.library.duke.edu/plugins/generic/pdfJsViewer/pdf.js/web/viewer.html?file=%2Findex.php%2Findex%2Flogin%2FsignOut%3Fsource%3D.c0nf.cc&io0=fBXI9

MEMBACA  Gelar Juara Turnamen Internasional CFA: Bukti Kelas Timnas Futsal Indonesia

Tinggalkan komentar