Menteri Kaitkan Reformasi Pendidikan dengan Kedaulatan Sumber Daya Alam

Garut (ANTARA) – Menteri Pendidikan Indonesia Abdul Mu’ti mengingatkan bahwa kekayaan alam Indonesia yang melimpah tidak akan termanfaatkan tanpa peningkatan besar dalam modal manusia. Dia mendorong para pelajar untuk menguasai keterampilan yang diperlukan demi kedaulatan ekonomi nasional.

Berbicara pada Kamis di sebuah sekolah di Jawa Barat, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah itu menyoroti sebuah paradoks kritis di ekonomi terbesar Asia Tenggara: meski Indonesia kaya akan mineral dan keanekaragaman hayati, sumber daya manusianya seringkali kurang memiliki pengetahuan khusus yang dibutuhkan untuk mengubah aset mentah ini menjadi kesejahteraan nasional bernilai tinggi.

“Banyak sumber daya alam tidak bisa dimanfaatkan karena kita kurang pengetahuan dan keahlian yang diperlukan,” kata Mu’ti kepada siswa di SMP Negeri 1 Tarogong Kaler, Garut.

“Tanpa persiapan sejak dini, peluang yang diberikan oleh kekayaan alam kita mungkin tak akan pernah terwujud sepenuhnya.”

Pernyataan Menteri ini muncul seiring dengan dorongan Indonesia untuk kebijakan ekonomi downstreaming, yang bertujuan mengolah bahan baku di dalam negeri alih-alih mengekspornya.

Pergeseran ini membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya mahir secara akademis, tetapi juga terampil secara teknis dan ulet.

Untuk mendorong transformasi ini, Mu’ti memperkenalkan pendekatan holistik untuk perkembangan siswa.

“Dengan ilmu pengetahuan, segalanya menjadi lebih mudah; dengan seni, segalanya menjadi indah; dan dengan akhlak baik, segalanya menjadi mulia,” pungkas Mu’ti, merumuskan pendidikan sebagai jembatan penting antara kondisi Indonesia saat ini dan tujuannya menjadi kekuatan global maju.

Penerjemah: Feri Purnama, Primayanti
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026

MEMBACA  Gunung Marapi Kembali Meletus pada Malam Minggu, Guncangannya Menggetarkan Rumah-rumah Penduduk.

Tinggalkan komentar