Menteri ESDM Isyaratkan Kemungkinan Penghentian Impor Bensin pada 2027

Jakarta (ANTARA) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi sinyal kemungkinan penghentian impor bensin dengan angka oktan RON 92, RON 95, dan RON 98 pada tahun 2027. Syaratnya, kapasitas produksi dalam negeri sudah mencukupi untuk memenuhi permintaan domestik.

“Kalau semua (RON 92, 95, dan 98) ini sudah tersedia, artinya kita tidak perlu lagi impor,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu.

Menteri saat ini sedang berupaya meningkatkan kapasitas produksi kilang Indonesia untuk tiga jenis bahan bakar minyak (BBM) tersebut guna memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Begitu Indonesia mampu memproduksi sendiri ketiga jenis BBM ini, Lahadalia memastikan impor akan dihentikan.

Lebih lanjut, operator SPBU swasta seperti Shell, bp, dan Vivo diproyeksikan akan membeli BBM dari perusahaan minyak negara, Pertamina.

“Jadi, silahkan beli dari Pertamina. Namun, selama kapasitas produksi kita masih kurang untuk memenuhi konsumsi, kita masih harus impor sementara,” tambahnya.

Untuk saat ini, ia menyatakan SPBU swasta masih diberi kuota untuk mengimpor BBM. Namun, menteri masih menghitung kisaran kuota untuk setiap SPBU swasta.

Menurut dia, kuota impor itu diberikan karena kapasitas produksi Pertamina masih kurang untuk memenuhi permintaan saat ini.

Pada Senin (12 Januari), Lahadalia mendampingi Presiden Prabowo Subianto pada peresmian proyek revitalisasi Kilang Balikpapan, yang juga dikenal sebagai Refinery Development Master Plan (RDMP).

Proyek ini diharapkan bisa mengurangi impor bensin hingga 5,8 juta kiloliter (KL) per tahun.

Lahadalia kemudian menyampaikan bahwa kebutuhan nasional mencapai sekitar 38,5 juta kiloliter per tahun, sementara produksi domestik sekitar 14,27 juta KL.

Kebutuhan ini terdiri dari 28,9 juta KL bensin RON 90 per tahun, 8,7 juta KL bensin RON 92 per tahun, dan sekitar 650.000 KL bensin RON 95 dan RON 98 per tahun.

MEMBACA  Indeks Profisiensi Bahasa Indonesia pada Angka 88.24 di Tahun 2023

Melalui optimalisasi RDMP Kilang Balikpapan, produksi bensin dengan angka oktan di atas RON 90 dapat ditingkatkan menjadi 5,8 juta KL per tahun.

Berita terkait:

  • Revitalisasi Kilang Balikpapan bisa kurangi impor BBM 5,8 juta KL
  • Pemerintah akan atur pembelian BBM bersubsidi
  • Harga Pertalite masih dalam pertimbangan pemerintah

    Penerjemah: Putu Indah S, Resinta Sulistiyandari
    Editor: Azis Kurmala
    Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar