Menteri Dalam Negeri Ingatkan Daerah Waspadai Guncangan Global

Jakarta (ANTARA) – Menteri Dalam Negeri Indonesia pada Senin (6/1) mendorong para pemimpin daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi guncangan ekonomi global. Dia memperingatkan bahwa kenaikan biaya hidup bisa paling berat dirasakan rumah tangga berpenghasilan rendah jika inflasi tidak dikendalikan.

“Lebih dari 60 persen masyarakat kita khawatir dengan biaya hidup, terutama harga bahan pangan,” kata Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan itu disampaikannya saat memberikan pidato kunci pada pertemuan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Banda Aceh.

Karnavian mengatakan inflasi telah bergeser dari sekadar isu makroekonomi dan kini langsung mempengaruhi kehidupan sehari-hari, khususnya melalui kenaikan biaya pangan, energi, dan logistik.

Dia memperingatkan, kenaikan harga yang tidak terkendali dapat memicu tekanan sosial yang lebih luas, termasuk potensi keresahan, jika tidak diatasi sejak dini.

Menteri itu menunjuk ketidakpastian global yang masih berlangsung, termasuk konflik Rusia-Ukraina dan ketegangan di Timur Tengah, sebagai pendorong utama volatilitas.

“Dinamika ini mempengaruhi harga energi global, yang kemudian berdampak ke berbagai sektor,” ujarnya.

Kenaikan harga minyak, tambahnya, dapat mendorong naiknya biaya transportasi dan distribusi, yang akhirnya menaikkan harga barang.

Karnavian menekankan bahwa pemerintah daerah memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas harga dan harus bertindak proaktif.

“Jangan jalan di autopilot. Jangan tunggu sampai masalahnya membesar,” tegasnya.

Dia menyerukan agar Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperkuat koordinasi, termasuk bekerja lebih erat dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memantau pergerakan harga secara real-time.

Dia mengatakan pengendalian inflasi harus fokus pada memastikan pasokan yang memadai dan distribusi yang lancar untuk barang-barang pokok.

Belajar dari pandemi COVID-19, Karnavian menggarisbawahi pentingnya memperkuat ketahanan pangan lokal.

MEMBACA  Wakil Menteri Dorong Kesuksesan Bersejarah Layanan Haji 2026

Dia menunjuk inisiatif seperti pertanian perkotaan, hidroponik, dan pemanfaatan lahan sempit di kota sebagai solusi praktis.

“Upaya ini tidak hanya adaptif tetapi juga membuka peluang pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Pemerintah mengharapkan koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah untuk membantu menahan dampak guncangan global pada rumah tangga.

Para pejabat menyatakan intervensi dini akan menjadi kunci untuk menjaga stabilitas dan melindungi kelompok rentan dari tekanan ekonomi yang meningkat.

Berita terkait: Indonesia serap kenaikan harga BBM di tengah ketegangan

Berita terkait: Pemerintah beri insentif fiskal dari atas ke bawah untuk dukung pariwisata

Penerjemah: Fianda, Kenzu
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar