Menteri Baru Indonesia Berjanji Tidak Akan Terapkan Kebijakan Fiskal Berisiko untuk Pasar

Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan baru Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menekankan pada Selasa bahwa dia tidak akan mengadopsi kebijakan fiskal yang bisa picu gejolak di pasar.

Pernyataannya ini merespons reaksi negatif dari beberapa pelaku pasar setelah pengangkatannya, yang menggantikan Sri Mulyani Indrawati.

"Jelas, kami tidak akan mengambil kebijakan fiskal yang aneh-aneh," kata Sadewa di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Dia menambahkan bahwa kebijakan yang sudah ada akan dioptimalkan untuk percepat pertumbuhan ekonomi dan menyampaikan harapan agar sistem keuangan menjadi lebih likuid untuk mendukung program pemerintah.

Sadewa mencatat bahwa dia belum melakukan pembicaraan strategi mendalam dengan pendahulunya tetapi menjaga komunikasi yang baik. Dia mengatakan Indrawati telah setuju untuk tetap tersedia untuk konsultasi.

"Saya bilang ke Bu Sri Mulyani bahwa saya akan menanyakan beliau dari waktu ke waktu, dan beliau bersedia untuk mengajari saya," ujarnya.

Menanggapi kekhawatiran tentang inflasi, Sadewa menyebut hal itu tidak berdasar. Inflasi, jelasnya, hanya akan menjadi risiko jika pertumbuhan melampaui kapasitas potensial negara, yang diperkirakan sebesar 6,5–6,7 persen.

"Masih jauh untuk mengatakan bahwa demand-pull inflation akan terjadi. Pertumbuhan cepat dan belanja negara tidak otomatis sebabkan inflasi," tegasnya.

Sadewa menekankan bahwa langkah selanjutnya adalah mempercepat implementasi paket stimulus untuk mendorong pemulihan ekonomi yang lebih cepat.

"Kebijakan saat ini belum berjalan lancar. Rapat hari ini memutuskan bahwa eksekusi program harus dipercepat untuk mendongkrak pertumbuhan," katanya.

Berita terkait: Menteri Sadewa didesak yakinkan investor, perbaiki beban pajak: Ahli
Berita terkait: Menteri Keuangan baru minta maaf atas pernyataan tentang tuntutan protes

Penerjemah: Andi, Kenzu
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2025

MEMBACA  Staf Nike merayakan CEO baru dengan meme Barack Obama 'Harapan'