Jakarta (ANTARA) – Menteri Agama Indonesia, Nasaruddin Umar, mengajak warga untuk memanfaatkan Nyepi, Hari Raya Umat Hindu yang menandai Tahun Baru Saka 1948, guna memperkuat persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman bangsa.
“Atas nama Pemerintah Indonesia dan saya pribadi, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Saka 1948,” ujar Umar dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta pada Rabu.
Dia mencatat bahwa Nyepi tahun ini, yang jatuh pada 19 Maret, sangatlah bermakna karena bertepatan dengan bulan suci Ramadhan dan mendekati Idul Fitri yang diperkirakan jatuh pada 21 Maret.
Menurut Umar, pertemuan ini mencerminkan simbol kuat dari kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
“Ini bukanlah sekedar kebetulan, tapi pengingat akan semangat bersama ‘Vasudhaiva Kutumbakam’: Satu Bumi, Satu Keluarga,” katanya.
Menteri mengatakan tema ini menekankan bahwa perbedaan harus dilihat sebagai sumber kekuatan yang memperkuat kohesi sosial antarwarga Indonesia.
Dia menambahkan bahwa nilai-nilai ini tercermin dalam Catur Brata Penyepian, yaitu empat pantangan yang dijalankan selama Nyepi.
Melalui Amati Geni, atau tidak menyalakan api, umat diajak untuk memadamkan amarah dan ego dalam diri. Sementara Amati Karya, atau tidak bekerja, mendorong refleksi dan kesadaran spiritual.
Amati Lelungan, atau tidak bepergian, memberi kesempatan alam untuk beristirahat dan memulihkan keseimbangan. Sedangkan Amati Lelanguan, atau tidak mencari hiburan, mendorong pelepasan diri dari kesenangan duniawi.
“Dengan menjalankan Nyepi, umat Hindu pada dasarnya memberi jeda bagi alam semesta. Jika kita menghormati alam, ia akan membalas dengan menjaga martabat kita,” kata Umar.
Dia menyatakan harapan agar prinsip “Vasudhaiva Kutumbakam” terus menginspirasi toleransi dan saling menghormati yang lebih besar di antara komunitas beragama.
Umar juga mendorong masyarakat Indonesia untuk menjadikan momen ini sebagai kesempatan memperdalam solidaritas dan menjaga hidup berdampingan secara damai.
Dia mengatakan masyarakat majemuk Indonesia membutuhkan upaya terus-menerus untuk menjaga persatuan dan saling pengertian.
Menteri menambahkan bahwa perayaan keagamaan dapat menjadi landasan untuk membangun ikatan sosial yang lebih kuat.
“Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menganugerahkan kita kedamaian, kesehatan, dan kesejahteraan,” ucapnya.
Berita terkait: Nyepi Day momentum for correctional guidance over punishment: Minister
Berita terkait: Health facilities in Bali to remain operational during Nyepi Day
.
Penerjemah: Asep Firmansyah, Raka Adji
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026