Menjelang Perundingan, Iran Tegaskan: “Bermaksud Baik, Namun Tidak Percaya AS”

Sabtu, 11 April 2026 – 11:40 WIB

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqher Qalibaf, menyatakan bahwa Teheran punya niat baik tapi tidak punya kepercayaan jelang perundingan dengan Amerika Serikat, seperti dilaporkan Tasnim News Agency.

“Sayangnya, pengalaman kami bernegosiasi dengan pihak Amerika selalu berakhir dengan kegagalan dan pelanggaran kesepakatan,” ujar Qalibaf saat tiba di Bandara Islamabad, Sabtu 11 April 2026, dikutip dari Anadolu Agency.

Qalibaf kembali menyinggung “pengkhianatan” yang dilakukan AS tahun lalu saat kedua negara berunding. Dia menyebut, di tengah proses negosiasi, AS justru melancarkan serangan.

“Bahkan, dua kali dalam waktu kurang dari setahun, di tengah negosiasi, meskipun Iran menunjukkan niat baik, mereka malah menyerang kami dan melakukan berbagai kejahatan perang,” katanya lebih lanjut.

Qalibaf menegaskan Iran siap mencapai kesepakatan jika Amerika Serikat benar-benar tunjukkan itikad baik.

“Dalam perundingan mendatang, jika pihak Amerika bersedia buat kesepakatan yang nyata dan menghormati hak-hak rakyat Iran, maka mereka juga akan lihat kesiapan kami untuk capai kesepakatan,” ujarnya.

Ia juga memperingatkan bahwa Teheran akan merespons dengan tegas jika perundingan cuma dijadikan kedok untuk tindakan yang tidak tulus.

“Dalam konflik yang berlangsung, kami telah tunjukkan bahwa jika mereka coba manfaatkan negosiasi sebagai sandiwara tanpa hasil dan upaya penipuan, kami siap perjuangkan hak-hak kami dengan landasan keyakinan kepada Tuhan dan kekuatan rakyat,” tambah Qalibaf.

Sementara itu, Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, sebelum berangkat untuk perundingan dengan Iran di Pakistan, mengatakan jika pihak Iran bersedia bernegosiasi dengan itikad baik, pihaknya akan sambut dengan tangan terbuka.

“Namun, jika mereka coba permainkan kami, mereka akan dapati bahwa tim perunding kami tidak akan mudah terima hal tersebut,” tegasnya.

MEMBACA  Layanan Cloudflare Terganggu, Twitter hingga ChatGPT Tidak Dapat Diakses

Sebagai informasi, Pakistan, bersama Türkiye, China, Arab Saudi, dan Mesir, pada Rabu berhasil amankan gencatan senjata selama dua minggu antara Washington dan Teheran. Ini terjadi sekitar 40 hari setelah Amerika Serikat dan Israel mulai serangan terhadap Iran pada 28 Februari.

Halaman Selanjutnya

Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, kedua pihak sepakat untuk bertemu di Islamabad guna bahas upaya mencapai perdamaian yang lebih permanen.

Tinggalkan komentar