Mendorong Ketahanan Energi: Fokus Indonesia di IPA Convex 2026

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah dan industri meningkatkan upaya untuk memperkuat keamanan energi nasional di tengah dinamika global yang terus berubah melalui Konvensi dan Pameran Asosiasi Perminyakan Indonesia 2026 (IPA Convex).

“Forum ini menegaskan komitmen bersama kita untuk memperkuat keamanan energi nasional sambil menjaga daya tarik investasi sektor hulu minyak dan gas bumi Indonesia di tengah dinamika global yang berubah,” kata Marjolijn Wajong, direktur eksekutif Asosiasi Perminyakan Indonesia, dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta pada Selasa.

Asosiasi mencatat bahwa meningkatnya ketidakpastian geopolitik telah mendorong keamanan energi kembali menjadi prioritas utama nasional, termasuk di Indonesia.

Forum ini akan membahas tantangan keamanan energi yang semakin terkait dengan pembiayaan, menyoroti perlunya strategi untuk mendiversifikasi sumber pasokan dan memperkuat kolaborasi regional di berbagai sektor energi untuk meningkatkan ketahanan.

Dalam konteks ini, Indonesia juga harus tetap kompetitif dalam menarik investasi hulu minyak dan gas bumi di tengah risiko geopolitik yang meningkat dan alokasi modal global yang lebih ketat.

Pemerintah telah memperkenalkan kebijakan strategis untuk memastikan ketersediaan pasokan energi dalam negeri, termasuk membatasi kontraktor untuk mengekspor bagian minyak mentah mereka guna memprioritaskan kebutuhan domestik.

Meskipun langkah ini mungkin mempengaruhi ketentuan dalam kontrak bagi hasil (PSC) antara pemerintah dan kontraktor, hal ini dianggap perlu untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi dan menjaga stabilitas energi nasional di tengah volatilitas global.

Sebagai perwakilan pemangku kepentingan hulu minyak dan gas bumi, Asosiasi Perminyakan Indonesia menyatakan dukungan untuk kebijakan membatasi ekspor minyak mentah oleh kontraktor guna menjaga keamanan energi nasional.

Asosiasi menyatakan kebijakan tersebut dapat dilaksanakan secara efektif asalkan tidak merugikan pihak mana pun dalam kontrak bagi hasil, menekankan bahwa baik pemerintah maupun industri memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan kebutuhan energi domestik terpenuhi.

MEMBACA  Banteng Jagung Terus Mendorong Harga Naik Menjelang Penutupan Sesi Kamis

Berita terkait: Optimistis Indonesia bisa jadi pemasok energi global: Prabowo

Berita terkait: Efisiensi energi kunci perkuat keamanan energi : Dewan

Penerjemah: Benardy Ferdiansyah, Cindy Frishanti Octavia
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar