Kamis, 19 Februari 2026 – 07:08 WIB
Kepemimpinan wasit Majed Mohammed Al Shamrani menjadi sorotan utama dalam laga leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two 2025/2026. Pertandingan antara Persib Bandung melawan Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu malam kemarin, memang penuh kontroversi.
Pertandingan yang dimenangkan Persib dengan skor 1-0 ini diwarnai beberapa keputusan wasit yang dipertanyakan, termasuk kartu merah langsung. Keputusan-keputusan ini dinilai mempengaruhi jalannya pertandingan, dimana Persib sedang berusaha mengejar ketertinggalan agregat 0-3 dari leg pertama.
Sorotan paling besar adalah kartu merah yang diberikan ke pemain Persib, Uilliam Barros, di menit akhir babak pertama. Akibatnya, Persib harus bermain dengan 10 pemain sepanjang babak kedua, padahal mereka masih perlu mencetak gol untuk bisa balikkan agregat.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, mengkritik kepemimpinan wasit asal Arab Saudi itu. Ia bilang bukan cuma kartu merahnya saja yang bermasalah, tapi juga banyak keputusan lain selama pertandingan yang tidak memuaskan.
"Tentang kartu merah, saya tidak bisa komentar banyak. Tapi ada daftar panjang hal-hal yang perlu dibahas, bukan cuma itu. Kami akan kirim surat protes dan lihat saja nanti jawabannya. Tapi ya, itu tidak akan mengubah hasil akhir," kata Hodak.
Meski begitu, Bojan mengakui kalau penyebab utama kegagalan Persib maju ke perempat final adalah kekalahan telak 0-3 di leg pertama. "Kami tersingkir karena performa buruk di pertandingan pertama. Tapi tidak apa-apa, sekarang kami harus fokus ke liga," ujarnya.
Pencetak gol tunggal Persib, Andrew Jung, juga berpendapat kalau pertandingan sebenarnya berjalan sesuai rencana di awal, sebelum situasi berubah total karena kartu merah tersebut.