loading…
Memperkenalkan apa itu malam Lailatul Qadar adalah bagian dari penguatan gharizah tadayyun (naluri beragama) anak, dengan mengajaknya beribadah di malam tersebut. Foto ilustrasi/ist.
Mengenalkan dan mengajarkan anak sejak dini tentang makna malam Lailatul Qadar ternyata sangat penting. Bagaimana caranya? Simak ulasan berikut ini.
Memperkenalkan malam Lailatul Qadar adalah salah satu cara menguatkan naluri beragama anak. Orang tua harus mulai mempersiapkan dan mengikutsertakan anak, termasuk dalam mencari Lailatul Qadar di sepuluh hari terakhir Ramadan.
Perhatikan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Barangsiapa salat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari)
Mengapa anak perlu dilibatkan? Penting bagi anak usia pra-balig untuk memahami keutamaan Lailatul Qadar. Seribu bulan itu setara dengan kira-kira 83 tahun. Jadi, salat di malam Qadar seperti salat selama 83 tahun. Masya Allah.
Selain pahala yang besar, dosa-dosa lalu juga diampuni oleh Allah SWT. Doa-doa yang dipanjatkan akan dikabulkan. Pada malam itu, semua malaikat termasuk Jibril turun ke bumi dan mengaminkan doa hamba-Nya yang menghidupkan malam Qadar. Semua dilakukan dengan landasan iman dan harapan akan pahala dari Allah.
Baca juga: Memasuki 10 Hari Terakhir Ramadan dan 10 Amalan Terbaiknya, Umat Muslim Wajib Tahu!
Ceritakan pada anak bagaimana Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam beribadah di sepuluh hari terakhir Ramadan. Beliau adalah teladan bagi anak-anak muslim.
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh (beribadah) pada sepuluh hari terakhir Ramadan, melebihi kesungguhan beliau di waktu lain.” (HR. Muslim)