Media Vietnam Sindir Timnas Indonesia, Dinilai Kehilangan Jati Diri

Kamis, 1 Januari 2026 – 06:38 WIB

VIVA – Media Vietnam menilai tahun 2025 sebagai periode yang penuh kegagalan untuk Timnas Indonesia, baik di level senior maupun kelompok umur.

Baca Juga:
Ketum PSSI Erick Thohir Tak Ikut Campur Pemilihan Pelatih Timnas Indonesia

Selain kegagalan di lapangan, mereka juga menyoroti pergantian pelatih, dinamika internal federasi, sampai hasil kompetisi usia muda yang dinilai memperlihatkan krisis di tubuh sepak bola Indonesia sepanjang 2025.
Kegagalan di berbagai ajang Asia Tenggara hingga level yang lebih luas disebut sebagai biang kerok, ditambah lagi sederet permasalahan lain baik di dalam mau diluar lapangan.

Baca Juga:
Ole Romeny: Tekel Paulinho Mocellin Mematikan


Baik Timnas Indonesia maupun China sama-sama mengincar kemenangan pertama mereka dalam babak kualifikasi ini.

Media Vietnam, TheThao247.vn juga menyoroti perubahan di kursi pelatih tim nasional senior. Pemecatan Shin Tae-yong dan penunjukan Patrick Kluivert sebagai pelatih baru dinilai sebagai titik balik yang justru memperdalam masalah. Dampak pergantian tersebut, menurut mereka, turut merembet ke kelompok umur di bawahnya.

Baca Juga:
Tinggal Menunggu Pengumuman Pelatih Baru Timnas Indonesia, PSSI di Titik Penentuan: Bangkit atau Ulangi Kesalahan?

Timnas U-23 menjadi contoh. Di bawah asuhan Gerald Vanenburg, Indonesia dinilai gagal memenuhi ekspektasi. Alih-alih meraih prestasi, Indonesia harus menerima dua hasil mengecewakan dalam rentang waktu yang relatif singkat.
Kegagalan pertama terjadi di Piala AFF U-23 2025, saat Indonesia berstatus sebagai tuan rumah namun gagal meraih gelar juara. Tak lama berselang, kegagalan berikutnya datang ketika timnas U-23 tidak mampu lolos ke Piala Asia U-23 2026.
Dari titik inilah, Indonesia dicap mengalami kekalahan memalukan, bahkan disebut telah menghancurkan mimpi tampil di Piala Dunia 2026.
“2025 menjadi kenangan pahit bagi sepak bola Indonesia, baik di level senior maupun U-23, mimpi Piala Dunia mereka hancur, dan kualifikasi ke kompetisi Eropa pupus” tulis mereka.

MEMBACA  Indonesia Targetkan Elektrifikasi 5.700 Desa dan 4.400 Kecamatan pada 2030

Menurut media tersebut, luka yang dialami sepak bola Indonesia sepanjang 2025 tidak sebanding dengan prestasi yang bisa dibanggakan. Tahun itu disebut lebih dikenang karena keruntuhan tim nasional dari level senior hingga junior, bukan karena capaian di lapangan.
Sorotan tajam tak berhenti pada hasil pertandingan. Media Vietnam menilai drama internal federasi justru menjadi puncak masalah. Keputusan PSSI memecat Shin Tae-yong dan menggantinya dengan Patrick Kluivert disebut sebagai kebijakan yang membuat Indonesia kehilangan identitas permainan.

Halaman Selanjutnya
Dalam analisis mereka, Indonesia dinilai terpuruk dari ambisi besar menuju puncak, hingga jatuh ke jurang kekecewaan akibat tata kelola yang buruk, kebijakan personel yang tidak stabil, serta tekanan media yang terus membesar. Di bawah kepemimpinan Kluivert, Indonesia disebut kehilangan identitas dengan tampil tidak konsisten dan tersingkir di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Tinggalkan komentar