Sabtu, 28 Maret 2026 – 08:30 WIB
Jakarta, VIVA – Minat warga Indonesia terhadap pinjaman online (pinjol) masih terbilang tinggi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai pinjaman aktif di industri fintech lending mencapai Rp98,54 triliun. Angka ini tumbuh 25,52 persen dibandingkan Januari tahun lalu.
Penggunaan dana dari pinjol juga makin beragam, dari untuk modal usaha sampai kebutuhan sehari-hari. Di sisi lain, pertumbuhan ini mendorong perusahaan untuk memperkuat manajemen risiko dan menjaga kualitas kreditnya.
Banyak platform fintech sekarang lebih fokus ke strategi fundamental, terutama dalam proses penyaluran kredit yang lebih selektif. Salah satu caranya adalah dengan menyempurnakan sistem underwriting agar pinjaman tepat sasaran dan berkelanjutan.
Presiden Direktur PT JULO Teknologi Finansial, Harri Suhendra, mengakui kualitas kredit adalah faktor kunci untuk masa depan industri ini. Menurutnya, masih banyak potensi pertumbuhan di sektor ini.
“Makanya kami terus perbaiki proses underwriting untuk memastikan penyaluran kredit yang tepat guna dan berkelanjutan,” kata Harri dalam keterangan resminya, Sabtu 28 Maret 2026.
Harri menyebut, JULO mencatat Tingkat Keberhasilan Bayar 90 hari (TKB90) sebesar 99 persen pada Januari 2026. Hasil ini menunjukkan kualitas kredit yang terjaga meski penyaluran dana meningkat.
Perusahaan ini juga menjaga kepatuhan dalam pelaporan ke Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) sebagai bagian dari upaya transparansi dan tata kelola yang baik.
Seiring pertumbuhan industri, layanan kredit digital juga makin luas ke seluruh wilayah Indonesia. Sampai 2025, aplikasi JULO telah diunduh lebih dari 25,6 juta kali.
Platform pinjol ini melaporkan punya 3,29 juta pengguna di seluruh Indonesia, dari Aceh sampai Papua. Lebih dari 25 persen pinjamannya disalurkan di luar Jawa.
Lebih dari Rp27 triliun telah disalurkan untuk modal usaha, biaya pendidikan dan kesehatan, sampai kebutuhan rumah tangga. Perusahaan menawarkan limit hingga Rp 50 juta dengan jangka waktu fleksibel sampai 12 bulan dan suku bunga sesuai aturan OJK.
Salah satu pengguna, Andri S., mengaku memanfaatkan kredit digital untuk mengembangkan usaha kecilnya. “Saya daftar JULO saat mau memulai usaha kecil-kecilan. Limitnya saya gunakan untuk cari supplier pakaian, beli domain, dan bikin packaging yang menarik. Dalam waktu sekitar 6 bulan, usaha saya berkembang. Sekarang saya punya kantor kecil dan mulai ekspor ke luar negeri,” ujarnya.