Masalah Terbaru Yamaha Terungkap: Mesin M4 Sulit Ditingkatkan Tenaganya Menjelang Seri Pembuka MotoGP Sepang

Senin, 9 Februari 2026 – 23:27 WIB

VIVA – Persiapan Yamaha untuk musim baru MotoGP masih belum berjalan lancar sepenuhnya. Di balik motor yang semakin stabil dan nyaman, tim asal Iwata ini malah menghadapi masalah serius yang bisa tentukan nasib mereka di lintasan lurus, yaitu kurangnya tenaga mesin.

Baca Juga:
Proyek V4 Yamaha Dihantam Masalah, Mesin Quartararo dan Toprak Jebol di Sepang

Direktur Olahraga Yamaha, Maio Meregalli, secara terbuka akui bahwa meningkatkan performa mesin M4 masih jadi pekerjaan rumah terbesar mereka saat ini.

Menurutnya, secara karakter motor, Yamaha sudah berada di jalur yang benar. Keseimbangan dan stabilitas motornya dinilai sangat bagus. Tapi, kalau bicara soal kecepatan maksimal, M4 masih ketinggalan dari para pesaing.

Baca Juga:
Bukan Soal Uang! Quartararo Kirim Sinyal Keras ke Yamaha saat Honda Buka Negosiasi Diam-diam

“Bagian yang harus kami kembangkan adalah kecepatan karena motor ini sudah sangat enak dikendarai, keseimbangannya sudah bagus. Motor ini secara performa juga tidak buruk,” kata Meregalli seperti dikutip dari Motorsport.

Pernyataan itu seperti menegaskan dilema klasik Yamaha dalam beberapa musim terakhir. Motor lincah saat bermanuver, tapi kesulitan bersaing di trek lurus melawan Ducati, KTM, atau Aprilia yang punya tenaga lebih besar.

Baca Juga:
Era Baru MotoGP 2027 Bikin Yamaha Terpojok, Mesin Inline4 Terancam Punah dan V4 Jadi Pilihan Wajib

Situasi jadi makin rumit saat Yamaha jalani tes pramusim di Sepang awal bulan ini. Hasilnya jauh dari kata ideal.

Tim yang markasnya di Iwata itu cuma bisa dapat peringkat kelima di antara tim pabrikan. Salah satu penyebabnya adalah masalah pada mesin M4 yang bikin pengumpulan data tidak maksimal.

MEMBACA  Michelle Agyemang Jadi Sorotan di Inggris Menjelang Final UEFA Euro 2025 | Berita Sepak Bola

Masalah muncul dari hari pertama. Fabio Quartararo mengalami kecelakaan dan harus berhenti karena menderita patah tulang di jarinya. Absennya pembalap utama ini jelas menghambat proses evaluasi motor.

Belum selesai, di hari kedua operasional tim bahkan sempat dihentikan. Yamaha harus jalani investigasi FIA terkait aspek keamanan mesin, jadi waktu pengujian mereka kembali berkurang.

Kondisi ini bikin tim kekurangan data penting untuk pengembangan.

“Seperti yang kita lihat, semuanya sekarang masih baru dan kami belum punya data yang cukup. Kami akan lebih paham masalahnya saat kami jalani sesi tes di Sepang dan Buriram dengan komponen yang sama,” lanjut Meregalli.

Halaman Selanjutnya

Dengan kalender MotoGP yang semakin mendekati seri pembuka, Yamaha praktis harus berpacu dengan waktu. Mereka tidak hanya dituntut untuk bisa menemukan tambahan tenaga, tetapi juga harus pastikan mesin tetap andal dan aman dipakai sepanjang musim.

Tinggalkan komentar