Masa Pengampunan dan Memperbanyak Ibadah Terbaik

loading…

10 Hari kedua atau pertengahan di bulan Ramadan adalah fase pengampunan. Oleh karena itu, umat Muslim harus meningkatkan amalan-amalan terbaiknya di bulan suci ini. Foto ilustrasi/Sindonews

Tidak terasa, umat Islam akan memasuki 10 hari kedua bulan suci Ramadan, yaitu hari-hari tengah yang merupakan fase maghfirah (ampunan). Maka, kaum Muslimin harus meningkatkan ibadah-ibadah terbaiknya pada bulan ini.

Imam Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman dan Ibnu Khuzaimah menjelaskan: “Awal Ramadan adalah rahmat, tengahnya adalah ampunan, dan akhirnya adalah pembebasan dari neraka.”

Sebagian ulama mengatakan hadits ini dhaif (lemah), tapi jika untuk motivasi beramal baik, tidak masalah. Yang pasti, semua hari di Ramadan penuh ampunan dan berkah.

Apa yang kita lakukan di 10 hari pertama Ramadan sebaiknya jadi bahan evaluasi (muhasabah) agar ibadah di hari-hari selanjutnya lebih bernilai di hadapan Allah.

Dalam Kitab Ihya’ Ulumuddin Juz I Hal 235, Imam Al-Ghazali menerangkan tentang orang yang rugi di Ramadan: “Banyak yang puasa tapi cuma dapat lapar dan haus. Ada yang bilang, itu adalah orang yang berbuka dengan yang haram. Ada yang bilang, itu orang yang menahan diri dari makanan halal tapi berbuka dengan ‘memakan’ daging orang lain melalui gibah (gossip), dan gibah itu haram. Dan ada yang bilang, itu orang yang tidak menjaga anggota badannya dari berbagai dosa”.

Baca juga: Siapakah Mumayyiz? Sah Atau Tidak Puasa Mereka? Simak Penjelasannya di Sini!

Fase 10 Hari Pertengahan Ramadan

Pada 10 Hari kedua Ramadan nanti, umat muslim sebaiknya menghindari hal-hal yang merusak pahala puasa. Lima perkara ini jangan disepelekan karena bisa menghilangkan pahala puasa.

Rasulullah SAW mengingatkan dalam sabdanya:

MEMBACA  GenuTrace dan Kinset Bermitra untuk Memverifikasi Asal Usul Kapas demi Kepatuhan

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ

Artinya: “Betapa banyak orang yang berpuasa tetapi dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga saja.” (HR Ath-Thabrani)

Tinggalkan komentar