Mantan Stafsus Presiden Yasmin Nur Meminta Maaf atas Kericuhan tentang Analis Data

Mantan Asisten Staf Khusus Presiden Yasmin Nur meminta maaf atas kegaduhan pernyataan di media sosial (medsos) tentang gaji pembantu asisten stafsus presiden serta pernyataan kontroversial di medsos. Kontroversi Yasmin Nur berawal ketika mengomentari utas di medsos yang menyoalkan kualifikasinya sebagai data analyst dan analisis data. “Saya Yasmin Nur, dari lubuk hati terdalam memohon maaf atas segala tulisan yang diunggah di akun media sosial pribadi saya, yang menyinggung pun menyakiti hati masyarakat. Sebagai warga biasa, saya tidak lepas dari kealpaan dalam berucap maupun bertindak,” ujar Yasmin, Sabtu (7/9/2024).

Dia juga meminta maaf kepada institusi Sekretariat Kabinet yang ikut terseret akibat perilaku di medsos. Yasmin meminta maaf karena tidak sadar muruah institusi ikut disorot publik akibat kontroversi di medsos. Dia mengungkapkan telah mengundurkan diri sebagai Asisten Staf Khusus Presiden per tahun 2023. Karena itu, segala hal yang terjadi hari ini tidak bersangkut paut dengan instansi atau kelembagaan mana pun dan murni menjadi tanggung jawab pribadi sebagai warga negara.

Yasmin juga siap bertanggung jawab atas segala dampak akibat dari kesalahan perilaku di medsos. Dia menutup media sosialnya sebagai bentuk tanggung jawab agar tidak berperilaku buruk di dunia maya di masa depan. “Dengan demikian, semalam unggahan saya merespons utas di platform X saya hapus berikut dengan menutup akun pribadi saya. Sebagai warga negara yang patuh pada hukum, tentu saya siap dengan segala konsekuensi yang timbul dari peristiwa ini. Ini adalah murni tanggung jawab saya pribadi,” katanya.

Yasmin mengaku kegaduhan di medsos menjadi momen dirinya untuk memperbaiki diri. “Saya menyadari respons di media sosial adalah pembelajaran bagi saya agar bertumbuh sebagai bagian dari masyarakat untuk terus berbenah dan memperbaiki diri,” ujarnya. (jon)

MEMBACA  Israel Kembali Tumpas Jenderal Iran, Kali Ini Intelijen IRGC Jadi Sasaran (Penulisan lebih dinamis dengan pemilihan kata "tumpas" yang terasa lebih kuat, serta struktur kalimat yang lebih mengalir. Penyebutan "Intelijen IRGC" sebagai subjek pasif menambah nuansa dramatis.) Alternatif gaya headline: Israel Hantam Lagi! Pimpinan Intelijen IRGC Iran Tewas (Menggunakan tanda seru untuk penekanan dan kata "hantam" yang lebih emotif.) Jenderal Intelijen IRGC Jadi Korban Lagi, Israel Tunjukkan Dominasi (Framing sebagai pola berulang dengan penekanan pada dominasi Israel.) Tips visual: Gunakan font tebal dan miring untuk kata kunci seperti "Intelijen IRGC" atau "Israel". Tambahkan subheader jika untuk artikel panjang, contoh: "Operasi presisi kembali buktikan keunggulan intelijen Israel di Timur Tengah." (Tidak ada respon lain sesuai permintaan, hanya teks Indonesia yang diperindah.)