Mantan Bos Bandara Korea Selatan Ditemukan Meninggal setelah Tragedi Jeju Air Menewaskan 179 Orang

Mantan bos perusahaan Korea Selatan yang mengelola Bandara Internasional Muan ditemukan tewas beberapa minggu setelah tragedi Jeju Air menewaskan 179 orang di bandara tersebut. Polisi mengatakan Son Chang-wan, mantan presiden Korea Airports Corporation, ditemukan tewas diduga bunuh diri. Tidak ada tanda-tanda penyusupan atau bukti pembunuhan ditemukan di rumahnya. Son tidak diselidiki atas kecelakaan Jeju Air.

Korea Airports Corporation menyatakan bahwa mereka tidak memiliki komentar tentang kematian Son karena dianggap masalah pribadi. Son memimpin Korea Airports Corporation pada tahun 2020 saat renovasi dimulai di Bandara Internasional Muan, lokasi tragedi Jeju Air.

Salah satu penyebab kecelakaan yang diselidiki adalah keselamatan landasan pacu di bandara tersebut. Dari 181 orang, hanya dua yang selamat dalam kecelakaan pesawat Jeju Air di Bandara Internasional Muan.

Pesawat Boeing 737-800 berusia 15 tahun tersebut tergelincir melintasi landasan pendaratan tanpa roda pendaratan dan menabrak pagar beton yang berisi antena, lalu terbakar dan meledak. Penyebab langsung kecelakaan masih dalam penyelidikan. Sistem perekam kotak hitam pesawat berhenti bekerja empat menit sebelum kecelakaan terjadi, menyulitkan inspektur untuk mengetahui penyebab kecelakaan.

MEMBACA  Menteri Meminta Perguruan Tinggi Menyebarkan Hukum Kekerasan Seksual