Mampukah Rudal Hipersonik Fattah-2 Iran Menenggelamkan Kapal Induk AS? Sebuah Analisis

loading…

Rudal hipersonik Fatttah-2 berpotensi dipakai Iran untuk lawan kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln jika perang terjadi. Foto/The Telegraph

TEHERAN – Kelompok Tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dilapor sudah tiba di Timur Tengah sejak Minggu, dikhawatirkan akan terlibat dalam perang dengan Iran. Teheran tidak gentar dan siap berperang habis-habisan jika benar-benar diserang.

Persiapan Iran tidak dengan tangan kosong. Mereka punya rudal hipersonik Fattah-2 yang berpotensi menenggelamkan kapal induk USS Abraham Lincoln jika teknologi dan senjata di kapal itu gagal hentikan laju misil Fattah-2.

Rudal Fattah-2, yang memakai Kendaraan Luncur Hipersonik (Hypersonic Glide Vehicle/HGV), menjadi inti dari kekuatan misil negara Islam tersebut.

Baca Juga: Kapal Induk Nuklir USS Abraham Lincoln Amerika Serikat Sudah di Dekat Iran, Awas Perang Pecah!

Tidak seperti rudal balistik tradisional yang terbang dalam jalur tinggi yang bisa ditebak, Fattah-2 terpisah dari pendorongnya dan meluncur di atmosfer atas dengan kecepatan lebih dari Mach 13.

Fitur utamanya adalah kemampuan manuvernya—ia bisa ubah arah di tengah penerbangan, sehingga sangat sulit bagi algoritma pencegat Angkatan Laut AS untuk prediksi posisinya lima detik ke depan, membuat perhitungan pertahanan lama jadi usang.

Tantangan utama bagi radar kapal induk USS Abraham Lincoln adalah fisika penerbangan hipersonik. Melaju dengan kecepatan Mach 13 menciptakan gesekan sangat besar sehingga rudal Fattah-2 terbungkus dalam selubung plasma yang panas sekali.

Plasma itu serap gelombang radio, berpotensi buat “titik buta” bagi sensor radar kapal Abraham Lincoln selama fase penerbangan tertentu. Meski tidak benar-benar tak terlihat, efek ini tunda deteksi, mengurangi waktu reaksi sistem pertahanan kapal induk tersebut dari menit jadi hanya beberapa detik.

MEMBACA  Tiongkok Mendukung Palestina Menggunakan Kekuatan Bersenjata Melawan Israel.

Tinggalkan komentar